Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Jumlah Startup di Indonesia Ratusan atau Ribuan?

Yusuf Wijanarko
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Benarkah jumlah perusahaan rintisan atau startup di Indonesia sudah mencapai 1.000 dalam 5 tahun terakhir seperti disampaikan calon wakil presiden Ma'ruf Amin dalam Debat Cawapres 2019 di Jakarta, Minggu 17 Maret 2019 malam?

Antara melaporkan, untuk memastikan jumlah pasti startup yang telah populer sejak 2010 tentu sulit karena dinamika dalam bisnis rintisan, belum lagi penyebarannya di seluruh wilayah.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pada 2016 memiliki program bertajuk Gerakan 1.000 Startup Digital untuk melahirkan perusahaan-perusahaan rintisan baru. Berdasarkan data Kemenkominfo pada Oktober 2018, program itu sudah melahirkan 525 startup.

E-commerce.*/DOK. PR

Akan tetapi, jumlah startup yang tercatat itu merupakan para peserta yang tergabung dengan program Kemenkominfo. Padahal, terdapat banyak gerakan untuk mengakselerasi startup di Indonesia.

Program Indigo Creative Nation yang digagas PT Telkom, misalnya. Pada pertengahan 2018, program itu  sudah menginkubasi 111 usaha rintisan.

Sementara itu, data terbaru dari situs registrasi perusahaan rintisan, startupranking.com, Indonesia telah memiliki 2.079 perusahaan rintisan dan menempati posisi kelima di dunia. Indonesia berada di bawah Kanada yang memiliki 2.485 startup.

MIKTI catat data rinci startup kita

Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), di sisi lain, mencatat jumlah startup di Indonesia pada 2018 mencapai 992 perusahaan rintisan.

Riset yang termuat dalam buku Mapping & Database Startup Indonesia 2018 itu bertujuan agar Indonesia memiliki data valid tentang jumlah startup di Indonesia.

Angka itu didapatkan tim MIKTI berdasarkan verifikasi langsung ke lapangan maupun mengakses situs dan aplikasi resmi perusahaan terkait.

Data dari MIKTI menunjukkan, lebih dari separuh perusahaan rintisan berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Persentasenya mencapai 52,62 persen dengan jumlah total 522 startup.

ILUSTRASI startup.*/net

Sumatera berada di urutan kedua dengan jumlah startup terbanyak, yaitu 115 atau 11,53 persen.

Jawa Tengah memiliki 30 startup (3,02 persen), Yogyakarta 54 startup (5,44 persen), Jawa Barat 44 startup (4,44 persen), dan Jawa Timur 113 startup (11,39 persen).

Di wilayah lainnya, berdasarkan data MIKTI, yaitu Bali dan NTB punya 32 startup (3,23 persen), Kalimantan 24 startup (2,42 persen), Sulawesi 34 startup (3,43 persen), dan yang tidak diketahui domisilinya sebanyak 24 startup (2,42 persen).

Sebanyak 60,89 persen atau 604 startup berdiri pada 2013 hingga 2018. Mayoritas startup itu berbadan usaha dalam bentuk perseroan terbatas (PT) dengan total sejumlah 504 startup.

Sebanyak 352 startup yang didata bergerak dalam bidang e-commerce sedangkan bidang untuk teknologi finansial sebanyak 53 startup dan 55 startup pada bidang gim.

Temuan lain yang menarik dari MIKTI adalah sebanyak 69,20 persen para pendiri startup itu merupakan generasi Y yang lahir pada periode 1981-1994 dengan tingkat pendidikan mayoritas Strata 1.

Dari sisi gender, 91,18 persen pendiri startup adalah laki-laki sedangkan perempuan sebanyak 8,82 persen.

Sebanyak 992 startup menyerap 55.903 tenaga kerja. Mayoritas startup yang didata (88,25 persen) memiliki jumlah karyawan lebih dari 50 orang dan hanya 1,90 persen startup di Indonesia yang memiliki karyawan lebih dari 500 orang.***

Bagikan: