Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Debat Cawapres 2019, Pengamat Pertanyakan Kejelasan Wacana Penghapusan UN

Yusuf Wijanarko
CAWAPRES nomor urut 01 Ma'ruf Amin berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat mengikuti Debat Pilpres 2018 putaran ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.*/ANTARA
CAWAPRES nomor urut 01 Ma'ruf Amin berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno saat mengikuti Debat Pilpres 2018 putaran ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pengamat politik dari Indonesia Public Institute Jerry Massie menilai pernyataan calon wakil presiden Sandiaga Uno yang menyebut akan menghapus ujian nasional (UN) jika Prabowo-Sandiaga Uno terpilih sebagai presiden dan wakil presiden adalah konsep yang kurang jelas.

"Apalagi, Sandiaga Uno mengatakan akan menggantinya dengan penelusuran minat dan bakat. Ini konsep yang kurang jelas," kata Jerry Massie, Senin 18 Maret 2019 menanggapi debat cawapres 2019 yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu 17 Maret 2019 malam.

Debat cawapres 2019 menampilkan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Menurut Jerry, Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di dunia setelah Tiongkok dan India sehingga tidak mudah untuk mengganti UN yang sudah dilaksanakan sejak lama di Indonesia.

Sejarah UN, menurut Jerry, dimulai dari Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) pada 1980-2001, ujian akhir nasional (UAN) pada 2002-2004, kemudian UN pada 2005 hingga saat ini.

"Apalagi jika UN dihapus dan diganti dengan penelusuran minat dan bakat, maka menjadi tidak jelas. Saya kurang setuju dengan pernyataan itu," katanya seperti dilaporkan Antara.

Jerry mengatalan, dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, diatur secara jelas bahwa minat dan bakat sebaiknya menjadi pelajaran tambahan dalam kurikulum di sekolah.

Menurut dia, mata pelajaran di sekolah ada yang berbasis ilmu murni dan ilmu terapan. "Kalau UN dihapus, tidak perlu ada mata pelajaran matematika, IPA, dan IPS," katanya.

Jerry menilai, pernyataan Sandiaga Uno soal wacana menghapus UN tersebut kurang masuk akal karena berbeda antara mata pelajaran dengan keahlian dan bakat.

Jerry juga menyayangkan Sandiaga Uno hanya menyebut bahwa terpilih untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan akan menghapus UN dan menggantinya dengan penelusuran minat dan bakat tanpa memberikan penjelasan konsep penelurusan minat dan bakat.

"Pernyataan Pak Sandiaga hanya seperti pembukaan dan perkenalan. Hanya menyebut nama program tanpa penjelasan," katanya.

Ma’ruf Amin di luar dugaan

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai penampilan Ma'ruf Amin dalam debat cawapres 2019 fokus dan visioner serta jauh di luar dugaan banyak orang.

"Kiai Ma'ruf dengan pakaian berkain sarung khas ulama Indonesia, tapi memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai persoalan bangsa," kata Hasto Kristiyanto di Jakarta usai debat cawapres 2019.

Menurut Hasto Kristiyanto, Ma'ruf Amin mampu menjelaskan dengan baik sejumlah isu kekinian seperti ten years challenge, stunting, platform digital, hingga rencana membuat opera house yang lebih hebat dari yang ada di Sydney Australia tapi tetap tidak melupakan kearifan lokal.

"Jawaban-jawaban Kiai Ma'ruf menjadikan dia tampil lebih unggul dari Sandiaga Uno yang praktis tanpa terobosan," katanya.***

Bagikan: