Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

BPN Pastikan Program yang Diusung Sandiaga Uno Realistis

Muhammad Irfan
CAWAPRES nomor urut 02 Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA FOTO
CAWAPRES nomor urut 02 Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR). - Sejumlah program yang diusung Prabowo-Sandiaga Uno dalam debat cawapres 2019 digelar di Hotel Sultan, Minggu 17 Maret 2019 sempat diragukan.

Sejumlah pertanyaan yang muncul yaitu sejauh mana program seperti meniadakan Ujian Nasional bisa dijalankan atau seberapa efektif program Oke Oce ke tingkat nasional? Dalam tinjauan debat cawapres 2019 yang digelar di Media Center Prabowo-Sandiaga Uni, Senin 18 Maret 2019,  Badan Pemanangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno memastikan apa yang disampaikan Sandiaga Uno realistis.

Menurut Juru Bicara BPN Dahnil Azhar Simanjuntak, penghapusan UN bagi anak sekolah bisa dilakukan untuk menjawab permasalahan UN yang selama ini sering menjadi masalah tahunan.

Dahnil Azhar menilai selama ini UN menjadi hal yang tidak menggembirakan bagi anak didik dan sekadar formalitas. Belum lagi pemborosan dalam pelaksanaannya dan tradisi mencontek yang mengganggu aspek moral.

"Kami ganti dengan penelusuran minat dan bakat karena kami ingin memastikan pendidikan kita jadi pendidikan yang menggembirakan, mencerahkan, dan memajukan," kata Dahnil Azhar.

Adapun soal Oke Oce, menurut Dahnil Azhar, sudah diakui kontribusinya oleh Bank Indonesia karena menyerap angkatan kerja di Jakarta. Hal itu yang dimaksud Sandiaga Uno akan terus ditingkatkan dan dibawa ke tingkat nasional.

"Bahwasanya Oke Oce mampu memberikan kontribusi terhadap pengurangan pengangguran," ucap Dahnil Azhar.

e-KTP sebagai single identity number

Sementara itu, Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso justru mengkritik kebijakan kartu-kartu yang dianggap menjadi program andalan kubu Jokowi -Ma'ruf Amin.

Menurut Priyo Budi Santoso, tanpa mengurangi rasa hormat pada program yang diusung Jokowi-Ma’ruf AMin, Priyo Budi Santoso menilai, kubu BPN menawarkan hal yang lebih efisien dengan menggunakan e-KTP untuk seluruh keperluan.

"Cara Bang Sandi menyampaikan alternatif tidak perlu banyak kartu, tapi jadikan e-KTP sebagai single identity number. Pusat segala identitas yang termaktub dalam satu kartu," kata Priyo Budi Santoso.

Dengan begitu, publik tak perlu repot mengantungi banyak kartu untuk banyak keperluan. Pada era go public yang lekat dengan perkembangan internet dan dunia digital, gagasan ini tentu lebih baik ketimbang banyak kartu.

"Jadi tidak usah bikin kartu ini, kartu itu, tapi cukup lewat e-KTP yang akan disempurnakan, diperbaharui, dan ditambahkan jika Prabowo-Sandiaga Uno diberi mandat rakyat memimpin negeri ini," ucap dia.***

Bagikan: