Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

Banjir dan Longsor Membuat Warga di Empat Kecamatan Mengungsi

Eviyanti
WARGA di empat kecamatan Purworejo menggunakan perahu untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.*/EVIYANTI/PR
WARGA di empat kecamatan Purworejo menggunakan perahu untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.*/EVIYANTI/PR

PURWOREJO, (PR).- Sebanyak 1.883 jiwa mengungsi akibat banjir dan longsor yang menerjang empat empat kecamatan di Purworejo, Jawa Tengah. Ke-1.883 pengungsi tersebar di 52 titik pengungsian di  Kecamatan Purwodadi,  Bagelen, Ngombol, dan Bayan. 

Banjir terjadi akibat meluapnya anak sungai dan sungai Bogowonto sejak Minggu, 17 Maret 2019 hingga Senin 18 Maret 2019. Genangan air belum benar-benasr surut. Kondisi terparah akibat banjir terjadi di Kecamatan Purwodadi dan Bagelen, yang berada di antara Sungai Bogowonto.

Hingga Senin petang banjir belum benar-benar surut ketinggiana di sejumlah lokasi masih di atas 50 cm. Banjir juga mnyebabkan akses ke sejumlah desa  tertutup. Sehingga evakuasi dilakukan dengan perahu karet hingga kapal milik nelayan.

"Jumlah pengungsi turun naik, namun data terkhir menyebut ada 1.883 jiwa. Mereka  mengungsi di 70 lebih  titik pengungsian. 

Pada malam sebagian besar warga yang terdampak banjir kembali ke pengungsian terutama wanita anak-anak dan orang tua, sedang laki-lakinya ada yang tetap bertahan di rumah," kata Kepala BPBD Purworejo, Sutrisno.

Ada belasan desa di empat kecamatan yang tergenang  banjir. Kondisi  paling parah di Kecamatan Purworejo dan Bagelen karena berada paling dekat dengan bantaran  Sungai Bogowonto. Jumlah pengungsi di Kecamatan Purworejo mencapai 1.041  tersebar di 57 titik pengungsian, di Bagelen 418 tersebar 28 titik. Sedangkan di  Ngombol 324 dan Bayan 100 orang.

Evakuasi melibatkan anggota Basarnas Cilacap, Purwprejo hingga BPBD daerah yang bersebelahan seperti BPBD Kebumen, Magelang ikut diterjunkan untuk mengevakuasi 1.883 pengungsi. 

Berdasarkan hasil evaluasi, banjir terjadi selain pengaruh dari hujan ekstrem, juga akibat adanya penyempitan sungai Bogowonto di wilayah Purwodadi sekitar jembatan Ngandul. Tanggul parapet sungai Bogowonto kurang tinggi.***

Bagikan: