Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 26.8 ° C

Penting, Sosialisasi Pemilu kepada Anak-anak

Ella Yuniaperdani
KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menandatangani komitmen bersama untuk mewujudkan pemilihan umum (pemilu) 2019 yang ramah anak, Jakarta, Minggu  17 20Maret  2019).*/ DOK. ANTARA
KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menandatangani komitmen bersama untuk mewujudkan pemilihan umum (pemilu) 2019 yang ramah anak, Jakarta, Minggu 17 20Maret 2019).*/ DOK. ANTARA

JAKARTA, (PR).-  Kendati  pelibatan anak-anak dalam kampanye dilarang, namun mereka tetap harus diberikan pendidikan tentang pemilu.

Hal itu tersirat dalam orasi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, pada acara komitmen bersama untuk mewujudkan pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang ramah anak, di Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.

Seperti yang dilaporkan Kantor Berita Antara, Arief menegaskan,  anak-anak harus mendapatkan pendidikan pemilu dan politik yang tepat untuk memahami hak dan peranan agar tidak disalahgunakan dalam kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Anak-anak Indonesia tidak boleh tidak tahu tentang pemilu. Tugas kita adalah memberikan pendidikan politik pada anak. Anak-anak harus mendapat pendidikan tentang pemilu dan politik, tentang cara memilih pemimpin," ujarnya.

Dia juga mengatakan anak-anak yang belum mempunyai hak pilih dan masih berada di bawah 17 tahun tidak boleh dilibatkan dalam kampanye pemilu.

Pendidikan tentang pemilu bisa dalam bentuk mengajak  anak-anak mengunjungi KPU untuk mendapatkan pendidikan tentang pemilu dan pemilih. Hal ini, katanya, mengingat anak-anak juga merupakan akan menjadi pemilih pemimpin di masa depan.

Arief juga meminta agar seluruh peserta pemilu tidak mengeksploitasi atau memanfaatkan anak untuk kepentingan-kepentingan politik.

"Pelibatan anak dalam kampanye tidak boleh, kita stop, kita ingatkan selalu mereka (peserta pemilu) bahwa Bawaslu juga sering memberikan teguran kalau sampai pelibatan anak terjadi," katanya.

Dia mencontohkan kegiatan pelibatan anak  yang dilarang  dalam kampanye pemilu adalah mengajak anak-anak untuk menyerukan salah satu pasangan calon, memenangkan peserta pemilu serta menghadirkan anak-anak dalam kegiatan kampanye.

"Tetapi sosialisasi, pendidikan politik, pendidikan pemilih itu penting untuk mereka. Yang dilarang adalah melibatkan mereka dalam kampanye bukan kegiatan sosialiasi dan pendidikan politiknya," tuturnya.

Dalam kesempatam itu, Arief  juga mengajak anak-anak Indonesia yang sudah berumur 17 tahun ke atas dan semua warga Indonesia yang memiliki hak pilih untuk menggunakan suaranya pada 17 April 2019.***

Bagikan: