Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 19.1 ° C

Jarak Perolehan Suara Dua Pasangan Calon Pilpres 2019 Sekitar 25 Persen

Muhammad Ashari
ILUSTRASI pencoblosan tps pemilu KPU pileg.*/DOK.PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI pencoblosan tps pemilu KPU pileg.*/DOK.PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Jarak perolehan suara antara pasangan 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno berada di kisaran 25% berdasarkan survey Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Pasangan Jokowi-Ma'ruf mengalami peningkatan suara sedangkan Prabowo-Sandi mengalami penurunan berdasarkan survey ini. 

SMRC melibatkan 2.479 responden dalam survey pada periode Februari-Maret 2019 ini. Responden itu adalah yang menanggapi survey dari total responden yang direncanakan sebanyak 2.820 responden. Margin of error survey 2%. 

Berdasarkan hasil survey, dukungan kepada pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf sebesar 57,6% sedangkan dukungan kepada Prabowo-Sandi mencapai 31,8%. 

CEO SMRC Djayadi Hanan menyebutkan terdapat perubahan komposisi dukungan suara terhadap kedua paslon. "Perolehan suara Jokowi-Ma'ruf ini merupakan peningkatan dari hasil survey Januari lalu ketika suara mereka mencapai 54,9%. Sebaliknya, ini merupakan penurunan dari suara untuk Prabowo yang pada Januari lalu mencapai 32,1%," katanya dalam konferensi pers, Minggu, 17 Maret 2019.

Ia menambahkan, bila dilihat dalam kurun waktu sejak penetapan pasangan calon, Jokowi-Ma'ruf awalnya sudah menyentuh angka 60%, yakni pada periode September 2018. Tapi, tiga bulan kemudian turun menjadi 55%. Lalu, pada Februari 2019, Jokowi-Ma'ruf kembali menguat ke angka sekitar 58%. 

Adapun untuk pasangan Prabowo-Sandi, pada awalnya mendapatkan 29% dukungan suara, yakni September 2018. Pada Desember, dukungannya meningkat menjadi 34,2%. Kemudian bulan berikutnya, mengalami penurunan, yakni 32,1% pada Januari 2019 dan 31,8% pada Februari 2019.  

"Lepas dari fluktuasi itu, gap antara pasangan 01 dan 02 selalu 20%. Pada September, gap itu 30%, kemudian mengecil pada Desember  menjadi 20%, kembali naik pada Januari menjadi 23%, dan Februari menjadi 26%," ujarnya. 

Adapun untuk responden yang belum memutuskan, pada September 2018, terdapat 9,8% responden. Jumlahnya meningkat menjadi 10.5% pada Desember 2018. Pada Januari 2019, jumlahnya semakin meningkat menjadi 13% dan Februari 2019 kembali turun menjadi 10,6%.

Debat capres

SMRC juga melakukan pemantauan terhadap persepsi responden mengenai dua debat capres. Menurut Djayadi, umumnya warga tidak mengikuti debat capres. Namun ada kecenderungan perhatian responden meningkat dari debat pertama ke debat ke dua. 

"Dari 33% ke 38% menonton debat itu. Dari yang mengikuti, secara umum menilai bahwa calon 01 lebih baik dari calon 02 dalam debat itu. Penilaian positif pada 01 cenderung naik dalam 2 debat itu, yakni dari  57,9% ke 61,6%," tuturnya. 

Ia menambahkan, dari debat terakhir, pernyataan yang paling diingat responden dari Jokowi adalah mengenai komentarnya atas kepemilikan lahan Prabowo, yakni 27%. Begitu juga sebaliknya, responden paling mengingat pernyataan Prabowo mengenai kesediannya mengembalikan lahan, yakni 30%," tuturnya.***

Bagikan: