Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

Jalan Licin oleh Pasir, Honda Jazz Terjun Masuk Jurang

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH  warga saat membantu evakuasi Honda Jazz milik Yandi Apriansyah, yang terjun bebas ke dalam jurang sedalam 10 meter, di Kilometer 9 JLS, tepatnya di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Minggu 17 Maret 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
SEJUMLAH warga saat membantu evakuasi Honda Jazz milik Yandi Apriansyah, yang terjun bebas ke dalam jurang sedalam 10 meter, di Kilometer 9 JLS, tepatnya di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Minggu 17 Maret 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Marak galian pasir di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS) telah memberikan dampak terhadap keamanan lalu lintas. Ceceran pasir dari truk overtonase yang mengotori JLS, menyebabkan mobil Honda Jazz biru muda terjun ke jurang sedalam 10 meter di Kilometer 9 JLS, tepatnya di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Minggu 17 Maret 2019 sekitar pukul 05.00.

Mobil bernomor polisi F 1130 UI yang dikendarai Yandi Apriansyah warga Kubang Welut, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, hilang kendali setelah melintasi jalan penuh ceceran pasir. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini, mobil Honda Jazz milik Yandi berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.00 menggunakan kendaraan berat jenis crane.

Yandi saat ditemui di tempat kejadian mengatakan, kecelakaan bermula ketika dirinya hendak pulang dari Perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI) menuju Anyer, Kabupaten Serang. Sayangnya sampai di Kilometer 9 JLS, ia hilang kendali setelah melintasi jalan penuh pasir. “Waktu itu saya merasa mobil seperti oleng, lalu injak rem malah semakin hilang kendali. Padahal mobil saya pacu tidak terlalu kencang, ini gara-gara jalannya kotor oleh pasir,” ujarnya.

Saat kecelakaan terjadi, Yandi mengaku berlangsung sangat cepat. Ia berhasil menghindari pohon, namun berujung pada semak belukar dan berakhir di dalam jurang sedalam 10 meter. “Waktu mobil oleng, hampir mau nabrak pohon. Lalu saya banting setir ke arah kiri, ada semak belukar. Tidak tahunya di balik semak itu jurang sedalam 10 meter. Untung saya selamat,” tuturnya.

Yandi hanya menderita luka ringan di bagian dahi. Berbeda dengan mobil yang ia kemudikan, mengalami kerusakan serius di bagian depan. “Bagian depan dan bawah mobil saya rusak berat. Saya sendiri hanya luka di dahi,” tuturnya kepada wartawan Kabar Banten Sigit Angki Nugraha.

Ia menyesalkan banyaknya ceceran pasir di JLS. Ia berharap Pemkot Cilegon mengatasi persoalan tersebut, lantaran JLS penuh ceceran pasir membahayakan pengendara. “JLS ini kan ibarat seperti jalan tol, bebas hambatan. Kalau kondisinya penuh pasir begini, bahaya untuk pengendara,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Kasatlantas Polres Cilegon AKP Iwan Nufrianto mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kerugian materi berasal dari kerusakan mobil saja. “Itu kecelakaan tunggal, kerugian materi saja,” katanya.***

Bagikan: