Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Debat Cawapres 2019: Ma'ruf Amin Tampil Kalem, Sandiaga Uno Unggulkan Kesantunan

Muhammad Irfan
CAWAPRES nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA
CAWAPRES nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) berjabat tangan dengan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA

JAKARTA, (PR). – Debat Pemilihan Presiden 2019 putaran ketiga yang menghadirkan dua Calon Wakil Presiden Republik Indonesia menampilkan sisi lain jika dibandingkan dengan debat pertama yang menghadirkan dua pasang Capres-Cawapres. Melalui debat ini, publik bisa menilai sejauh mana kompetensi dua Cawapres mengingat selama ini sorotan utama lebih diarahkan pada pasangan Capresnya saja.

Hal ini terlihat sejak debat ketiga dimulai. Digelar di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Minggu, 17 Maret 2019 malam, para kandidat seolah berlomba untuk tampil meyakinkan dalam menyampaikan program yang diusung dalam isu ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, dan sosial-budaya yang menjadi tema pada debat ketiga ini.

Cawapres Nomor Urut 01 KH Ma'ruf Amin misalnya tampil santai sejak awal. Berbeda jika dibanding penampilan Ma'ruf di debat pertama yang terbilang irit bicara, dalam debat ketiga ini Ma'ruf secara lugas dan tertata mampu menyampaikan gagasan kubunya.

"Indonesia maju, kuncinya ada pada manusia, manusia Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia," kata Ma'ruf saat menyampaikan visi misi kubunya.

Dia juga menyegarkan kembali ingatan publik pada keberhasilan kerja petahana Joko Widodo dan Jusuf Kalla sejak 2014-2019. Meski demikian, kerja Jokowi belum selesai. Oleh karena itu jika terpilih nanti, dirinya akan menjadi pendamping Jokowi di lima tahun ke depan untuk melanjutkan agenda-agenda pembangunan bangsa.

"Kami akan lanjutkan ikhtiar itu untuk membangun dan melindugi segenap bangsa Indonesia agar lebih sejahtera dan maslahat. Pemimpin harus membangun kemashlatan untuk rakyatnya," ucap dia.

CAWAPRES nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin melambaikan tangannya saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA

Sementara Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno tampak menggulkan kesantunan sebagai strategi debatnya. Beberapa kali pasangan Prabowo Subianto ini menunjukkan penghormatannya pada Ma'ruf yang merupakan seorang Ulama. Sebelum memberi tanggapan untuk Ma'ruf misalnya, Sandi beberapa kali meminta izin.

"Kulo nuwun pak Kiai," kata Sandi kepada Ma'ruf saat hendak menanggapi pernyataan mantan Rais Aam PBNU itu di segmen pertama.

Bahkan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memulai penyampaian visi misinya dengan mengucapkan selamat ulang tahun untuk rivalnya. Untuk diketahui pada tanggal 11 Maret lalu, ketua MUI itu berulang tahun yang ke-76.

Meski demikian, jika dibanding dua debat sebelumnya, debat kali ini memiliki ritme yang terbilang lamban. Para kandidat juga terlihat saling menahan diri setidaknya di empat sesi pertama. Saat dipersilakan menyampaikan tanggapan oleh moderator Alfito Deannova Ginting dan Putri Ayuningtyas, para kandidat lebih memilih untuk memaparkan kembali programnya ketimbang mengkritisi program lawan.

CAWAPRES nomor urut 02 Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA

Memasuki segmen kelima, Ma’ruf mulai tampil menyerang. Dia mempertanyakan program “Sedekah Putih” yang dicanangkan Prabowo-Sandi untuk mengatasi gizi buruk jika terpilih sebagai Presiden nanti. Menurut Ma’ruf program ini bisa menimbulkan pemahaman yang kacau karena program Prabowo-Sandiaga Uno itu disebut terlambat mencegah stunting sejak bayi dilahirkan.

“Pencegahan harus dilakukan dengan kondisi gizi ibu hamil cukup hingga dua tahun usia bayi. Susu diberikan dua tahun tidak lagi berpengaruh untuk stunting, maka tidak bisa diatasi setelah dua tahun disusukan anaknya," kata Ma'ruf.          

Menanggapi ini, Sandi menyebut kalau Sedekah Putih adalah program partisipatif masyarakat membantu menyumbangkan susu dan kacang hijau untuk pertumbuhan anak. Menurut dia, stunting ada dalam tahap gawat darurat.

“Sepertiga anak anak kita kekurangan asupan gizi, Prabowo-Sandi meluncurkan program Indonesia Emas, salah satu aspek memastikan ibu-ibu, emak-emak, mendapatkan protein cukup, susu, asupan protein lain ikan dan sebagainya. Dengan program tersebut, diharapkan kita mengurangi stunting signifikan lima tahun ke depan sesuai target," ucap dia.***

Bagikan: