Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

Debat Cawapres 2019: Gagasan Ma'ruf Menguatkan Jokowi, Sandiaga Tidak Sinergis dengan Prabowo

Dhita Seftiawan
CAWAPRES nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin melambaikan tangannya saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA
CAWAPRES nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin melambaikan tangannya saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristyanto, menilai gagasan yang disampaikan Maruf Amin dalam Debat Cawapres menguatkan visi misi Joko Widodo. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang beragam gagasannya dinilai tidak sinergis dengan visi misi Prabowo Subianto. 

“Visi misi KH Ma’ruf Amin terbukti menyatu dengan Jokowi. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang praktis gagal diterapkan, yakni OK-OC,” ujar Hasto di Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019, menanggapihal-hal yang diungkapkan di Debat Cawapres yang yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum.

Ia menegaskan, visi misi cawapres tidak boleh berjalan sendiri. Menurut dia, ucapan Sandiaga yang kerap mengkritik program yang sudah dikerjakan Jokowi terkesan asal kritik. Seperti kritiknya terhadap BPJS Kesehatan, tidak juga memberkan solusi konkret.

Sementara, Juru Bicara TKN 01, Ace Hasan Syadzil, menguatkan pendapat Hasto. Ia menyatakan bahwa gagasan yang disampaikan Sandiaga tak ada hal yang baru. Pada sektor pendidikan, konsep link and match yang diinginkan Sandiaga sedang dilakukan Jokowi-JK.

“(Berbeda dengan) Ma’ruf Amin yang akan menyatukan koordinasi lembaga riset dengan membentuk Badan Riset Nasional, merupakan langkah jitu guna memaksimalkan penelitian dan pengembangan di Indonesia,” kata Ace.

Ia menyatakan, riset dan pengembangan merupakan salah satu elemen penting dalam kemajuan suatu bangsa. Dengan demikian, dana riset harus dikelola satu pintu di bawah BRN.

CAWAPRES nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA FOTO

Gagasan absurd

Jubir TKN lainnya, Irma Suryani Chaniago, menilai absurd wacana Sandiaga untuk menghapus ujian nasional (UN). Menurut dia, menghapus UN hanya akan menambah persoalan baru di dalam dunia pendidikan.

“Ketiadaan ujian nasional akan membuat standar peserta didik di Indonesia menjadi sangat besar perbedaannya. Sandiaga perlu belajar lagi tujuan dari pelaksanaan ujian nasional,” kata Irma. Ia pun menyatakan gagasan Sandiaga dalam bidang pendidikan dan pembenahan sumber daya manusia tidak konkret dan mengawang-awang.

Ia mengklaim, gagasan yang disampaikan Maruf pada bidang pendidikan lebih merakyat dan mudah dicerna. “Bandingkan dengan apa yang dipaparkan Pak Ma’ruf bahwa pemerintah akan sediakan beasiswa hingga pendidikan tinggi, sehingga setiap anak Indonesia bisa menggantungkan cita-cita nya setinggi langit tanpa khawatir dengan mahalnya biaya pendidikan,” katanya.

TKN mengaku puas dengan debat ketiga Pilpres. Hasto menegaskan, Ma’ruf tampil mengejutkan dan mampu menjawab semua pertanyaan dengan data akurat. “Rakyat berikan apresiasi atas tampilan sosok yang tetap menampilkan jati dirinya sebagai ulama. Beliau juga mampu mengelaborasi substansi masalah langsung dengan tawaran solusi,” kata Hasto.***

Bagikan: