Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Sebagian cerah, 27.8 ° C

BPN : Penyampaian Sandiaga Lebih Terukur

Puga Hilal Baihaqie
PENDUKUNG pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno menonton siaran langsung Debat Capres Putaran Ketiga di Media Center Badan Pemenangan Nasional (BPN), Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA FOTO
PENDUKUNG pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno menonton siaran langsung Debat Capres Putaran Ketiga di Media Center Badan Pemenangan Nasional (BPN), Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu, 17 Maret 2019. Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Menanggapi debat sesi ketiga tim kampanye Prabowo-Sandi, Kawendra Lukistian menuturkan apa yang disampaikan oleh Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sangat terukur. Saat berbicara mengenai uapaya untuk menurunkan tingkat pengangguran, Sandiaga telah melakukannya di DKI Jakarta.

Melalui program Oke Oce, Pemrov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan telah berhasil menurunkan sekitar 20 ribu pengangguran. Penurunan itu ditopang oleh terbukanya lapangan kerja di bidang UMKM. Sehingga yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah membangun infrastuktur untuk keberpihakan terhadap pelaku UMKM. Selanjutnya Pemerintah di bawah Prabowo-Sandi akan mampu menurunkan tingkat pengangguran 2 juta orang setiap tahunnya. 

"Apa yang disampaikan oleh Bang Sandi ada tolak ukurnya. Sementara apa yang disampaikan oleh kubu 01 hanya mengukur keberhasilan pada instrumen-instrumen yang dibuat oleh pemerintah. Mereka tidak mengukur dampak yang dirasakan masyarakat," kata Kawendra ketika ditemui di Media Center Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara, Jakarta, di sela-sela debat, Minggu, 17 Maret 2019.

Selain itu Sandiaga juga dianggap sangat berpihak dan berupaya untuk melindungi tenaga kerja lokal dari serbuan tenaga kerja asing. Sikap pasangan Prabowo-Sandi yang secara tegas hanya memberikan tenaga kerja kepada warga untuk bidang dengan keahlian tertentu membuktikan bahwa tenaga buruh kasar tak boleh lagi dipegang oleh orang-orang asing. Bahkan sikap Prabowo-Sandi yang menuntut warga asing harus bisa berbicara bahasa Indonesia merupakan upaya agar orang asing tidak bisa bebas keluar masuk Indonesia hanya tujuan untuk bekerja. 

Kawendra menyebutkan pernyataan yang disampaikan Ma'ruf Amin yang menyebutkan tenaga asing hanya untuk kalangan profesional dan bertujuan alih teknologi merupakan sikap persetujuan terhadap gagasan yang disampaikan Sandiaga. Sebab hingga kini keluhan mengenai serbuan tenaga asing dari berbagai sektor telah menjadi kekhawatiran publik. 

Juru kampanye Prabowo-Sandi juga mengkritisi sikap Ma'ruf Amin yang membawa kertas saat bertanya dan menjawab pertanyaan. "Tadi kan panelis sudah mengingatkan, jangan menyontek. Tapi masih melakukannya. Masyarakat tinggal menilai saja," kata Kawendra.***

Bagikan: