Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

TKN Nilai OTT Romahurmuziy Buat Publik Percaya Petahana, Sandiaga Uno Ajak BPN Bijak

Yusuf Wijanarko
KETUA Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy (mengenakan masker dan bertopi) digiring petugas saat tiba di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat 15 Maret 2019.*/ANTARA
KETUA Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy (mengenakan masker dan bertopi) digiring petugas saat tiba di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat 15 Maret 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menilai operasi tangkap tangan (OTT) KPK kepada Ketua Umum PPP Romahurmuziy akan membuat masyarakat semakin percaya dengan capres petahana.

"Mengenai elektabilitas, justru kami lihat ini membuat publik makin percaya kepada Pak Jokowi bahwa Pak Jokowi itu tidak ada intervensi hukum," kata Arya Sinulingga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019 seperti dilaporkan Antara.

Akan tetapi, kata dia, bila OTT berdampak terhadap elektabilitas Jokowi, hal itu juga bisa saja terjadi.

"Harus dihadapi oleh kami semua. Kami semua pendukung Pak Jokowi memang harus siap," katanya

KETUA Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy (mengenakan masker dan bertopi) digiring petugas saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 15 Maret 2019.*/ANTARA

Ia yakin masyarakat akan percaya kepada Jokowi lantaran tidak tebang pilih menangkap seseorang yang diduga terlibat kasus hukum seperti korupsi.

Ia menegaskan, Jokowi akan selalu berkomitmen menegakkan hukum meski orang-orang yang terjerat kasus hukum adalah pihak-pihak yang dekat dengan dia.

"Pak Jokowi tidak melindungi siapapun dan independen. Pak Jokowi tidak pernah mengintervensi hukum untuk korupsi maupun untuk hal-hal lain. Jadi, tidak ada namanya yang dilindungi oleh beliau," kata dia.

BPN diajak bijak

Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengajak anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno bersikap bijak dan menahan diri menyikapi kasus dugaan korupsi Rommahurmuziy.

"Ini masalah masa depan Indonesia yaitu masa depan yang bisa digerogoti perilaku koruptif. Kami ingin mengajak teman-teman BPN untuk menahan diri, bersikap bijak, jangan terlalu berkomentar, biarkan KPK bekerja," kata Sandiaga Uno usai menghadiri konsolidasi Jurkamnas Prabowo-Sandiaga Uno di Jakarta, Jumat 15 Maret 2019 malam.

Dia ingin memastikan intensitas kebisingan politik yang terjadi selama ini tidak mempengaruhi perjuangan untuk menghilangkan korupsi di Indonesia.

Sandiaga Uno enggan berspekulasi soal dampak kasus yang menimpa Rommahurmuziy terhadap pergeseran suara pemilih.

"Kami belum mau berspekulasi karena ini sesuatu hal yang sangat mengagetkan semuanya dan jangan kita bawa ke 17 April, tapi ini permasalahannya jauh lebih besar dari pilpres," ujarnya.

Dia sangat khawatir bahwa masalah korupsi sudah menjadi kondisi yang sangat gawat dan mendukung langkah KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Kami akan perkuat KPK, Prabowo-Sandi memastikan KPK memiliki anggaran yang cukup dan membantu untuk menghapuskan perilaku koruptif di pemerintahan ke depan," katanya.***

Bagikan: