Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Sebagian cerah, 27.8 ° C

Romahurmuziy Merasa Dijebak, KPK Beberkan Situasi Saat OTT

Yusuf Wijanarko
PENYIDIK KPK menunjukkan barang bukti hasil OTT kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. KPK menahan Ketum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang Rp 156.758.000.*/ANTARA
PENYIDIK KPK menunjukkan barang bukti hasil OTT kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. KPK menahan Ketum PPP Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin dengan barang bukti uang Rp 156.758.000.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) membantah telah menjebak Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy saat operasi tangkap tangan di Hotel Bumi Hyatt Surabaya, Jumat 15 Maret 2019 lalu.

"Soal dijebak, menurut saya tidak ada sama sekali proses penjebakan itu. Proses penjebakan itu berarti ada orang KPK yang pura-pura menjebak beliau, itu tidak ada," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019 sebagaimana dilaporkan Antara.

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

Diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Romahurmuziy. Diduga sebagai pemberi yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

"Pertemuan (di hotel) itu adalah semua antara teman-teman beliau (Romahurmuziy) sendiri. Jadi, HRS, MFQ, sama RMY itu bertemu secara biasa, tetapi KPK bisa memantau berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan kepada KPK," ujar Laode M Syarif.

KETUA Umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019.*/ANTARA

Ia juga mengungkapkan bahwa Romahurmuziy sempat tidak kooperatif saat akan ditemui tim KPK di sekitar hotel tersebut.

"Saya perlu menjelaskan bahwa tim KPK sebenarnya sudah sangat berhati-hati untuk menyampaikan melalui temannya kepada beliau untuk tidak menimbulkan kegaduhan di ruangan tempat makan," kata Laode M Syarif.

Dia menyampaikan, saat itu Romahurmuziy diminta keluar dan menemui tim KPK. "Dimintai keluar dari tempat itu karena ingin bertemu tetapi memang beliau pergi ke tempat lain, bukannya datang menemui tetapi pergi. Itu juga salah satu bukti bahwa KPK tidak menjebak yang bersangkutan tetapi akhirnya bisa diikuti," kata Laode M Syarif.

Dalam surat terbuka yang ditulis Romahurmuziy yang dipublikaiskannya setelah kelaur dari kantor KPK, Sabtu 16 Maret 2019, disebutkan bahwa dia merasa dijebak.

"Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, tahu saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itu lah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturrahmi di sebuah hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka," kata Romahurmuziy dalam suratnya itu.***

Bagikan: