Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Mahfud MD: Penangkapan Romahurmuziy Tak Terkait Jokowi Maupun Prabowo

Yusuf Wijanarko
KETUA Umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019.*/ANTARA
KETUA Umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019.*/ANTARA

SEMARANG, (PR).- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak ada kaitannya dengan kedua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Ini murni hukum, tidak ada kaitannya dengan tindakan politik," kata Mahfud MD di Universitas Semarang, Sabtu 16 Maret 2019 sebagaimana diberitakan Antara.

Menurut Mahfud MD, KPK sudah menjalankan tugasnya secara tepat dan berpesan kepada masyarakat agar jangan berspekulasi dan menghubungkan kasus itu dengan politik.

"Tidak mungkin ini permaiannya Pak Prabowo. Tidak mungkin ini permainannya Pak Jokowi. Jangan dikaitkan dengan pilpres," ucapnya.

Menurut Mahfud MD, adanya Pilpres 2019 atau tidak, hukum harus ditegakkan. Berkaitan dengan penangkapan Romahurmuziy, Mahfud MD sudah sempat memperingatkan politikus PPP tersebut.

Ia menilai tindakan Romahurmuziy tersebut sudah terlacak KPK. Menurut Mahfud MD, dia sudah memeringatkan Romahurmuziy mengenai perkara yang sedang diendus KPK itu.

Ia mengungkapkan, peringatan yang sudah disampaikan sejak 2018 lalu itu tidak digubris oleh Romahurmuziy.

Surat terbuka dari Romahurmuziy

Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy merasa dijebak atas OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Jumat 15 Maret 2019.

Hal tersebut dikatakannya usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. Saat keluar dari gedung KPK, Romahurmuziy telah mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

Romahurmuziy memberikan surat terbuka yang ditulisnya kepada awak media.

Berikut ini beberapa poin dari isi surat terbuka yang ditulis dan ditandatangani Romahurmuziy seperti dilaporkan Antara.

“Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, tahu saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturrahmi di sebuah hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka.

Kejadian ini juga menunjukkan inilah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah risiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP, DPW, DPC, PAC dan Ranting.

Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.***

Bagikan: