Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

KPK Segel Ruang Menag dan Sekjen Kemenag Terkait OTT Romahurmuziy

Yusuf Wijanarko
Juru bicara KPK Febri Diansyah.*/ANTARA
Juru bicara KPK Febri Diansyah.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- KPK mengonfirmasi penyegelan ruangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Mohamad Nur Kholis Setiawan

"Yang pasti begini, ketika tim KPK datang ke Kemenag kan salah satu ruangan yang disegel itu ruangan sekjen dan ruangan menteri, dua itulah setidaknya yang disegel," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019 dini hari.

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy di satu hotel di Surabaya pada Jumat 15 Maret 2019 pagi sekira pukul 7.50 WIB.

Selain Romahurmuziy, KPK juga mengamankan lima orang lainnya termasuk Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, Kepala Dinas Kementerian Agama Gresik Muafaq Wirahadi, dan pihak swasta Agtaria Adriana.

Sementara Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan datang ke KPK pada Jumat 15 Maret 2019 malam, sebelum Romahurmuziy tiba di gedung KPK dari Surabaya.

"Kemarin sekira pukul 20.00, Sekjen Kementerian Agama datang ke kantor KPK karena sebelumnya kan ada beberapa ruangan di Kemenag yang disegel, ada kebutuhan klarifikasi, tapi apa yang diklarifikasi tentu saya belum bisa sampaikan," kata Febri Diansyah.

Romahurmuziy diamankan karena diduga menerima uang untuk pengaturan jabatan di Kemenag.

"Pokok perkaranya terkait dengan pengisian jabatan jabatan pimpinan tinggi. Pimpinan tinggi ada beberapa lapis, di bawah pimpinan tinggi bisa di pusat, bisa di daerah. Misalnya kalau di daerah ada kanwil atau jabatan-jabatan yang lain," kata Febri Diansyah.

KPK juga menyita uang dalam OTT tersebut. "Yang disita seratusan juta yang diamankan di lokasi dalam bentuk mata uang rupiah," kata Febri Diansyah.

Jokowi tolak berkomentar

Beberapa saat sebelumnya, Presiden Joko Widodo belum mau berkomentar soal ditangkapnya Ketua Umum PPP RomahurmuIy oleh KPK.

"Jangan tanya itu, kita bicara soal masalah di Sumut saja," katanya saat berbincang dengan pimpinan redaksi media massa di Medan, Jumat 15 Maret 2019 sebagaimana diberitakan Antara.

Dalam dialog itu, salah satu hal yang ditanya adalah pendapat Jokowi tentang ditangkapnya RomahurmuIy oleh KPK.

Presiden Jokowi berada di Medan sejak Jumat sore dan salah satu agendanya pertemuan dengan insan pers.

Meski menegaskan tidak mau berkomentar soal penangkapan RomahurmuIy, Jokowi menyebutkan bahwa dia tidak mau bicara atau berkomentar sebelum KPK berbicara.

"Tunggu KPK berbicara dulu. Ayo sekarang kita cerita Sumut dan dengan santai saja," ujarnya.

Jokowi menegaskan, semua harus menghargai proses hukum. "Jadi nanti saja soal itu (penangkapan RomahurmuIy), tunggu KPK bicara," katanya.***

Bagikan: