Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Tim Antibandit Tembak Sembilan Pelaku Kejahatan

Puga Hilal Baihaqie
FOTO ilustrasi tim antibandit.*/YOUTUBE
FOTO ilustrasi tim antibandit.*/YOUTUBE

JAKARTA, (PR).- Dalam kurun waktu empat hari terhitung sejak 11-15 Maret 2019 tim antibandit Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap 186 pelaku kejahatan di wilayah DKI Jakarta, Depok, Kota Bogor, Kota/Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan dan Kota/Kabupaten Bekasi. 

Dari 186 tersangka sebagian besar didominasi oleh beberapa kejahatan seperti  tindak pencurian dengan pemberatan dan tindak pencurian dengan pemberatan. Beberapa tindak kejahatan yang terungkap antara lain pencopetan, penodongan, hingga penjambretan. 

"Dari 186 orang terdapat sembilan orang pelaku yang terpaksa ditembak kakinya karena berusaha untuk kabur, saat dilakukan penggerebekan. Selain itu terdapat satu pelaku yang merupakan anak di bawah umur," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono dalam keterangan persnya di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat 15 Maret 2019. 

Dari tangan para pelaku polisi telah menyita barang bukti berupa lima pucuk senjata api, 42 senjata tajam, 62 unit sepeda motor, dua unit mobil, enam unit laptop, 11 kunci leter T yang biasa digunakan untuk membobol kendaraan. Meski telah banyak meringkus para pelaku kejahatan, tim antibandit Polda Metro Jaya akan terus melakukan pengejaran terhadap sejumlah kelompok kejahatan yang diyakini masih berkeliaran di wilayah hukum Polda Metro Jaya. 

Lebih lanjut Argo menjelaskan bahwa tim antibandit dibentuk berdasarkan adanya sekitar 100 laporan masyarakat ke sejumlah Polresta dan Polres Metro yang menjadi korban pelaku kejahatan. Kemudian Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono memerintahkan untuk membentuk tim di bawah komando direktorat tindak pidana umum yang kemudian diberi nama tim antibandit. 

"Kepolisian berupaya untuk terus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Tentunya kami berharap, masyarakat juga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terutama saat berada di luar rumah atau tempat kerja," ujar  Argo. 

Pihak kepolisian juga tidak bisa menafikan bahwa tingginya angka kejahatan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, karena adanya asumsi bahwa konsentrasi aparat keamanan terfokus pada pengamanan Pemilu. Pemahaman itulah yang dianggap oleh sebagian pelaku kejahatan sehingga mereka merasa leluasa untuk melakukan aksinya. Padahal menurut Argo pengamanan Pemilu merupakan pengamanan yang terintegrasi dengan pengamanan yang ada di masyarakat. Buktinya tim antibandit telah melakukan penyisiran terhadap berbagai kelompok spesialis kejahatan. Tim antibandit Polda Metro Jaya akan terus berkerja hingga batas waktu yang belum ditentukan.***

Bagikan: