Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian berawan, 19.7 ° C

Terkait Status Romahurmuziy, Jokowi Tunggu Keterangan Resmi KPK

Siska Nirmala
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romaturmuziy.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romaturmuziy.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo mengaku dirinya masih menunggu keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi terkait status Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy pasca OTT oleh lembaga anti rasuah tersebut.

"Kita tunggu keterangan resmi dari KPK," katanya di Medan, Jumat, 15 Maret 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri acara "Doa Satukan Negeri" di Gedung Serbaguna Jalan Pancing Medan, Sumatera Utara, terkait kasus OTT yang terjadi terhadap ketua Umum PPP selaku partai pendukung.

Selama proses penyidikan yang dilakukan KPK, Jokowi mengaku tetap menghormati setiap proses hukum yang sedang berjalan.

Dia juga mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh terkait kasus tersebut.

"Kami masih menunggu informasi terkini terkait perkembangan kasus itu," katanya.

Sebelumnya diketahui, KPK mengonfirmasi telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi.

Penyegelan ruang Menag

Sementara itu Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki mengonfirmasi penyegelan ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Benar," kata Mastuki saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, 15 Maret 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia mengatakan bahwa Kemenag akan kooperatif dengan KPK, terutama soal prosedur penyegelan ruang kerja Menag sebagai lanjutan pemeriksaan pascaoperasi tangkap tangan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy (Romy) di Sidoarjo.

Mastuki mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan kasus tersebut sehingga langkah-langkah Kemenag merespons tindakan KPK akan terus dilakukan.

Terlebih, kata dia, kasus OTT Romy masih berkembang. Dengan begitu, langkah-langkah yang perlu dilakukan belum diputuskan, seperti upaya bantuan hukum dan hal lain yang terkait.

"Kami menunggu penjelasan resmi dari KPK," katanya.

Berdasarkan pengamatan ANTARA, lobi gedung utama tempat ruang kerja Menag di area Lapangan Banteng aksesnya dibatasi bagi rekan media usai penyegelan oleh KPK.

Pada pukul 21.13 WIB, sejumlah rekan media tetap bertahan menunggu perkembangan situasi di sekitar Gedung Kementerian Agama.***

Bagikan: