Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

PBNU: Aksi Teror di Selandia Baru Tindakan Tak Berperikemanusiaan

Muhammad Irfan
Petugas mengevakuasi korban luka akibat aksi penembakan di masjid Al-Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019 waktu setempat.*/REUTERS
Petugas mengevakuasi korban luka akibat aksi penembakan di masjid Al-Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019 waktu setempat.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyebut aksi terorisme yang terjadi di  masjid Al-Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019 waktu setempat sebagai tindakan yang keji dan tidak berperikemanusiaan. Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan tak ada agama mana pun yang mengajarkan nilai-nilai kejam seperti itu.

"Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan rasa benci, bukanlah ajaran agama. Tidak ada satu agamapun yang membenarkan cara-cara kekerasan," kata Helmy melalui siaran pers yang diterima "PR", Jumat, 15 Maret 2019.

Helmy menegaskan, gerakan terorisme yang dilakukan telah mencederai rasa kemanusiaan. PBNU pun mengajak warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri dan tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

"PBNU mengajak semua pihak untuk membangun dialog antar umat beragama dengan tujuan untuk mengokohkan kesatuan dan persatuan bangsa agar tidak terpengaruh dengan uapaya provokasi, pecah belah pada bangsa Indonesia," ucap dia.

Helmy juga mengajak umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini. Dia meminta semua pihak mempercayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan setempat.

Untuk alasan menghormati kelurga korban dan menghindari agar tidak dijadikan inspirasi bagi kelompok-kelompok tidak bertanggungjawab, Helmy pun mengimbau agar semua pihak menghentikan penyebaran video yang berisi kekejaman tersebut. 

"Selain itu, kami juga meminta kepada platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan instagram untuk menghapus segala konten video yang berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan terorisme. PBNU pun menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga korban," ucap dia.***

Bagikan: