Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Personel Polri/ TNI Siap Cegah Gesekan Massa Saat Kampanye

Muhammad Ashari
MENTERI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memberikan pernyataan persnya seusai rapat di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis 14 Maret 2019. */ MUHAMMAD ASHARI/ PIKIRAN RAKYAT
MENTERI Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memberikan pernyataan persnya seusai rapat di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis 14 Maret 2019. */ MUHAMMAD ASHARI/ PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Kendati ada kemungkinan pergesekan massa saat kampanye, namun pesonel polisi dan TNI dinilai cukup untuk mencegah kejadian tersebut. Hal itu ditegaskan Menkopolhukam Wiranto, usai rapat persiapan keamanan kampanye terbuka, di Jakarta, Kamis 14 Maret 2019.

Rapat persiapan keamanan kampanye terbuka dilakukan antara Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Badan Pengawas Pemilu dan Komisi Penyelenggara Pemilu. Sebagaimana diketahui, kampanye terbuka akan dimulai pada 24 Maret 2019 sampai  dengan 13 April 2019.

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menkopolhukam Wiranto, Ketua KPU Arif Budiman dan Ketua Bawaslu Abhan menghadiri rapat yang digelar di Kantor Kemenkopolhukam. Rapat berlasung sekitar dua jam dari pukul 10.00.

Menurut Wiranto, rasio antara jumlah TNI/Polisi dengan kemungkinan terjadinya gangguan keamanan sudah cukup. “Bahkan kekuatan sampai ke TPS ini cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir adanya gangguan fisik,” kata dia.

Wiranto mengatakan, sejauh ini ia telah menerima laporan dari KPU, Bawaslu dan TNI/Polri terkait persiapan keamanan kampanye terbuka. KPU sendiri telah membuat peraturan zonasi kampanye bagi kedua pasangan calon. Zonasi itu dinilainya bisa menghindari adanya tabrakan massa dalam kampanye.

Pada kesempatan itu Wiranto juga menampik adanya isu bahwa seolah-olah akan ada kerusuhan besar. “Saya nyatakan, dari eskalasi yang ada, dari laporan intelijen, tidak ada (kerusuhan besar). Sampai sekarang tidak ada, mudah-mudahan sampai pemilu selesai tidak ada,” ujarnya.***

 

Bagikan: