Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 23.2 ° C

Pengendara Motor Tertabrak, Massa yang Marah Membakar Bus

Wilujeng Kharisma
BUS Antar Jaya bernopol AD 1644 CF hangus dibakar massa setelah alami kecelakaan dengan pengendara sepeda motor di Jalan Wates, persisnya di depan Balai Desa Balecatur, Sleman, Rabu 13 Maret 2019 petang.*/WILUJENG KHARISMA/PR
BUS Antar Jaya bernopol AD 1644 CF hangus dibakar massa setelah alami kecelakaan dengan pengendara sepeda motor di Jalan Wates, persisnya di depan Balai Desa Balecatur, Sleman, Rabu 13 Maret 2019 petang.*/WILUJENG KHARISMA/PR

SLEMAN, (PR).- Bus Antar Jaya bernopol AD 1644 CF hangus dibakar massa setelah alami kecelakaan dengan pengendara sepeda motor di Jalan Wates, persisnya di depan Balai Desa Balecatur, Sleman, Rabu 13 Maret 2019 petang.

Dari informasi yang dihimpun “PR” Online, Kamis 14 Maret 2019 laka lantas melibatkan bus Antar Jaya dan pengendara sepeda motor. Kedua kendaraan ini sama-sama dari arah barat. Namun, posisi pengendara sepeda motor berada di depan bus.

”Sepeda motor sepertinya mau belok dan justru kesundul bus,” kata Rina, seorang saksi mata, menceritakan kronologi laka lantas yang menewaskan pengendara sepeda motor itu.

Setelah tabrakan, kata Rina, massa lantas mengerumuni bus. Mereka tampak terbawa emosi. ”Saat itu pada marah-marah. Saya langsung tutup,” ujarnya.

Menurutnya, massa yang marah itu lantas membakar bus. Bodi bus langsung hangur terbakar. Hingga kemarin petang belum diketahui jumlah berapa penumpang yang berada di dalam bus. ”Yang saya tahu ada penumpang lari menyelamatkan diri,” ucapnya.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengungkapkan identitas sopir bus nahas itu bernama Joko Sundarto (57). Saat ini warga Karanganyar, Jawa Tengah, itu digelandang ke Mapolres Sleman.

Rizky menduga aksi pembakaran bus itu lantaran dipicu korban adalah warga sekitar. Kendati begitu, dia menyayangkan aksi main hakim sendiri. ”Tapi itu salah, tidak boleh bertindak semena-semena,” katanya.

Rizky berjanji akan menuntaskan kasus yang merenggut satu nyawa tersebut. Sayang, untuk identitas korban hingga kini belum diketahui. ”Yang jelas itu (korban) warga sekitar,” ungkapnya.

Pecah ban

Pada hari yang sama kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal juga terjadi di Ringroad, Maguwo, Sleman. Sebuah mobil pick up pengangkut pupuk mengalami pecah ban. Sopir tak mampu mengendalikan kendaraan dan terjadilah kecelakaan tersebut.

Sopir dan seorang penumpang mengalami luka berat. Keduanya terjepit bodi pikap karena saking hebatnya tabrakan tersebut. Pengemudi tidak sadarkan diri.

Salah seorang saksi mata, Poliman, warga Maguwoharjo menjelaskan, pikap putih tersebut melaju kencang dari selatan. Menyalip taksi. Tiba-tiba ban pikap pecah.Sopir kehilangan kendali. Dia membanting setir ke kiri. Menghantam devider jalur lambat. Lalu menabrak tembok di pinggir jalur lambat.

“Untung, tidak ada kendaraan yang melaju di jalur lambat saat mobil melewati pembatas jalan (devider) dan menabrak tembok,” ucapnya.

Warga di tempat kejadian, kata Poliman, berinisiatif menyelamatkan sopir dan penumpang pikap. Penumpang yang terjepit masih dalam keadaan sadar.

Sedangkan sopir tak sadarkan diri. Warga melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polisi Jalan Raya (PJR) yang berada tak jauh dari lokasi kecelakaan. Dua korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) JIH untuk mendapatkan perawatan. Kecelakaan tersebut ditangani Polsek Depok Timur.

Kasat Lantas Polsek Depok Timur, Iptu Faridz Restranta membenarkan kecelakaan tersebut. Penyebab kecelakaan tunggal itu masih belum bisa dia pastikan. Proses penyidikan yang masih berlangsung. “Kami masih melakukan penyelidikan penyebab keselakaan tunggal tersebut,” kata Faridz.***

Bagikan: