Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 26.8 ° C

Survei Konsepindo Sebut Warga Sunda Lebih Banyak Pilih Prabowo

Muhammad Irfan
CAPRES nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019 lalu.* ANTARA
CAPRES nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019 lalu.* ANTARA

JAKARTA, (PR).- Masyarakat Sunda yang banyak mendiami provinsi Jawa Barat disinyalir lebih memilih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ketimbang Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019 nanti. Data ini diambil dari hasil survei Konsep Indonesia Research and Consulting yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia dengan margin error 2,9 persen.

Dalam ekspos hasil survei Konsepindo "Peta Kekuatan Pilpres Mutakhir: Menimbang Suara Undecided Voters" yang digelar di Hotel Millenium, Jalan Tanah Abang, Rabu 13 Maret 2019, Konsepindo menyebut dari basis 16,4 persen responden yang mengaku bersuku Sunda, 51,8 persen condong ke Prabowo-Sandi, sementara 38,5 persen ke Jokowi-Ma'ruf dengan yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,7 persen. Hasil keseluruhan survei sendiri mengunggulkan Jokowi-Ma'ruf dengan 54,8 persen kontra Prabowo-Sandi yang meraih 34,1 persen.

Direktur Konsep Indonesia Research and Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan, angka ini bagi pasangan Prabowo-Sandi sebenarnya cukup menurun. Mengingat di Pilpres 2014 yang juga mempertandingkan Jokowi vis a vis Prabowo, Jawa Barat menjadi lumbung suara Prabowo.

"Di 2014 suaranya lebih dari ini, sebenarnya ada penurunan. Dan ini sebetulnya satu garis dengan survei lain yang menyebut Jawa Barat masih memenangkan Prabowo-Sandi," kata Veri.

Menurut dia, perlu kajian khusus untuk mengetahui mengapa pemilih bersuku Sunda lebih melabuhkan pilihannya ke pasangan 02. Tetapi jika melihat jejak sejarahnya, pengaruh Prabowo di 2014 belum bisa digerus oleh Jokowi meski dia bolak balik ke Tanah Pasundan.

"Tapi dengan turunnya pak Jokowi sudah mendapat angka yang cukup memuaskan di 38,5 persen ini. Karena kalau pak Jokowi tidak turun bisa jadi dukungan ke pak Prabowo mencapai 70 persen. Karena besar sekali masyarakat Sunda itu," ucap dia.

Adapun suku Sunda yang ada di risetnya diakui bisa tersebar di 33 provinsi yang menjadi tempat survei. Namun karena umumnya masyarakat Sunda tetap tinggal di Jawa Barat jadi akan ada korelasi antara pilihan suku Sunda dengan provinsinya. "Ya bisa diarahkan ke sana," ucap dia.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzili menilai kalau suku Sunda yang ada di survei ini bukan hanya mereka yang tinggal di Jawa Barat. Dalam data yang beberapa kali digaungkan pihaknya, dia tetap optimistis Jokowi-Ma'ruf akan tetap unggul di Jawa Barat.

"Walaupun kami tidak akan puas dengan apa yang kami peroleh di Jawa Barat. Kami akan lakukan terus door to door campaign baik kader Parpol dan relawan dengan menyosialisasikan program kami yang menyentuh masyarakat," kata Ace.

Selain itu yang diperhatikan dari Jawa Barat adalah banyaknya berita bohong. Pihaknya pun secara masif mengajak masyarakat untuk sama-sama melawan berita bohong. Adapun pendekatan yang dilakukan adalah lewat pendekatan religi dan program yang sudah dilakukan Jokowi selama menjabat.

"Pak Jokowi saya kira dan Abah Kiai Ma'ruf Amin punya otoritas sebagai figur yang punya latar belakang kuat. Dengan begitu akan memberikan efek elektoral di Jawa Barat di samping program pak Jokowi juga sudah banyak dirasakan di Jawa Barat," ucap dia.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Viva Yoga Mauladi juga menunjukkan optimismenya bisa meraih kemenangan di Jawa Barat. Soalnya, provinsi ini dipercaya menjadi salah satu kantung kemenangan pihaknya selain provinsi lain seperti Sumatera. Meskipun masih kalah di survei nasional, dia enggan pesimistis pada hasil akhir nanti. 

"Di Pilkada Jawa Barat itu pasangan Sudrajat-Syaikhu di survei tak sampai 10 persen, tapi akhirnya bisa mencapai 26 persen," ucap dia.

Di sisa waktu yang ada pun dia menilai masih banyak potensi yang bisa digenjot. Ini terlihat dari antusiasme publik saat Prabowo-Sandi hadir di masyarakat. Belum lagi populisme Islam yang tidak mengarah ke radikalisme dan ekstremisme seperti di Arab, tetapi lebih ke kesadaran politik publik. "Dan ini lebih memberi efek ekor jas bagi pasangan Prabowo-Sandi," ucap dia.***

Bagikan: