Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 19.1 ° C

Pemilu di Kota Serang Rawan Politik Uang

Tim Pikiran Rakyat
null
null

SERANG, (PR).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Serang melakukan kerja sama dengan 19 organisasi kemasyarakatan, keagamaan, mahasiswa dan pemantau. Hal itu dilakukan untuk bersama-sama mengawasi proses pemilu terutama terkait money politics (politik uang).

Kerja sama itu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Kota Serang dan 19 organisasi tersebut. “Kita gandeng 19 lembaga ini tujuannya agar mereka turut serta mengawasi proses Pemilu 2019,” kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kota Serang Liah Culiah di sela-sela acara yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu 13 Maret 2019.

Menurut dia, potensi terjadinya politik uang yang merupakan salah satu pelanggaran berat cukup terbuka. Hal itu berkaca pada pengalaman di Pilkada Kota Serang pada tahun 2018 lalu. Sehingga dengan menggandeng organisasi kemasyarakatan diharapkan pengawasan lebih maksimal. “Untuk pemilu tidak jauh dari money politics karena itu kita perkuat pengawasannya,” ucapnya. 

Ia juga menyayangkan masih banyaknya peserta pemilu atau caleg yang masih belum tertib dan menaati aturan. Terlebih dalam pelaporan kegiatan kampanye kepada Bawaslu, KPU dan kepolisian. "Banyak sekali caleg kurang aware terhadap aturan yang dibuat," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Masykur. 

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Banten, Ali Faisal mengatakan, potensi rawan yang harus diantisipasi selain money politics yakni terkait penghitungan suara yang secara berjenjang dilakukan. Dalam prosesnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan. "Kami harus dapat memastikan masyarakat turut serta, dan itu yang kami sebut pengawasan partisipatif sehingga semua proses dapat kita awasi,” ucap Ali. 

Selain itu, distribusi logistik mulai dari KPU Kabupaten/Kota ke PPK hingga TPS harus menjadi perhatian serius agar tidak terjadi penyimpangan. "Baik arus datang atau arus balik setelah pelaksanan,” ujarnya.***

Bagikan: