Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Lion dan Garuda Setuju Pengandangan Boeing

Eviyanti

MENHUB Budi Karya Sumadi saat kunjungan ke Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga,  Selasa 12 Maret 2019.*/EVIYANTI/PR
MENHUB Budi Karya Sumadi saat kunjungan ke Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Selasa 12 Maret 2019.*/EVIYANTI/PR

PURBALINGGA, (PR).- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang maskapai untuk menerbangkan Boeing  737 Max 8,  menunggu   hingga hasil  penyelidikan atas jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

Indonesia salah satu dari beberapa negara yang memutuskan untuk mengandangkan Boeing 737 Max 8," Di Indonesia ada 11  Boeing 737 Max 8 yang kita larang terbang, sampai proses penyelidikan jatuhnya pesawat  Ethiopian Airlines selesau," kata Menhub   saat kunjungan ke Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga,  Selasa 12 Maret 2019.

Dalam kunjungan tersebut Menhub didampingi Gubernur Ganjar Pranowo dan Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi)

Kemenhub sudah memerintahkan Dirjen udara melakukan grounded sementara terhadap pesawat 737 max dan telah  menerjunkan tim untuk melakukan observasi dan penelitian terhadap pesawat sejenis yang ada di Indonesia. "Kita kasih waktu 1 minggu ini untuk proses pemeriksaan, dan hasilnya kita tidak akan berspekulasi,"tambahnya. 

Larangan terbang  Boeing 737 Max 8, menurut Menhub, untuk keduanya kalinya. Indonesia pernah melakukan larangan serupa setelah pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air jatuh di Karawang Jawa Barat pada  Oktober 2018 lalu. Kini larangan serupa dilakukan pasca insiden kecelakaaan maskapai Ethiopian Airlines yang menewaskan semua penumpang. 

Pengandangan Boeing 737 MAX 8, lanjut Budi, diperlukan untuk meminimalisir kemungkinan buruk terjadi kembali.
 
Menhub sendiri merasa prihatin dan berduka cita atas kecelakaaan maskapai Ethiopian Airlines. Disebutnya, ada 1 warga negara Indonesia yang turut menjadi korban. 

Menurutnya, larangan  terbang  Boeing 737 MAX 8  tidak mengganggu penerbangan di Indonesia karena jenis Boeing umumnya digunakan untuk penerbangan ke luar negeri. Selain itu Maskapai Lion (Air) dan Garuda (Indonesia) sudah setuju untuk melakukan hal tersebut.***

Bagikan: