Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Indonesia dan AS Sepakat Memerangi TBC

Huminca Sinaga
PERAYAAN 70 tahun hubungan diplomatik AS-Indonesia ditandai kesepatakan untuk memerangi TBC.*/KEDUBES AS/PR
PERAYAAN 70 tahun hubungan diplomatik AS-Indonesia ditandai kesepatakan untuk memerangi TBC.*/KEDUBES AS/PR

MAGELANG, (PR).- Di Candi Borobudur, Duta Besar Amerika Serikat (AS) Joseph R. Donovan, Jr., bersama dengan Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Anung Sugihantono, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia. Acara bersama antara Pemerintah AS dan Pemerintah Indonesia ini akan menyoroti 70 tahun hubungan diplomatik AS-Indonesia dan pembukaan pameran edukasi TBC “A Story of Hope.” 

Seperti dilansir dari siaran pers Kedubes Amerika Serikat yang diterima "PR" Online, Senin 11 Maret 2019, perayaan tersebut menyoroti kemitraan panjang antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam memerangi TBC dan seruan kelanjutan kerja sama menuju Indonesia Bebas TBC pada tahun 2030.

“Kami berharap mengeliminasi TBC di Jawa Tengah pada 2028. Dan kami tidak bisa bekerja sendiri. Bantuan dari USAID dan dari masyarakat (gerakan Pemberdayaan Kesejahteraa.n Keluarga), termasuk generasi muda, perlu untuk dilibatkan guna membantu mempercepat [eliminasi TBC],” ujar Gubernur Ganjar.

Pada acara tersebut, Kementerian Kesehatan juga meluncurkan kampanye investigasi kontak nasional. “Investigasi kontak bertujuan untuk menemukan pasien TBC dan TBC laten, yaitu pasien yang tidak atau belum menunjukkan gejala,” demikian kata Dirjen Anung. 

Selain itu, pada Hari TBC Sedunia tahun 2019 ini akan dilakukan penemuan aktif dan masif kasus TBC di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota yang dilakukan secara bersamaan dengan target pemeriksaan sebanyak 1 juta orang. 

Penyebab kematian

Investigasi kontak ini akan membantu lebih banyak individu yang berisiko (seperti mereka yang bekerja dekat dengan pasien TBC) yang dapat menjalani pemeriksaan dan dirujuk untuk dirawat jika tertular TBC. Kampanye ini adalah sebuah contoh lain betapa dalam dan luasnya kemitraan AS-Indonesia dalam mengeliminasi TBC.

“TBC masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Duapuluh tahun lalu, Amerika Serikat dan Indonesia menggabungkan kekuatan untuk memerangi TBC dan kami bangga bahwa kerja sama ini telah memberikan manfaat bagi 700.000 orang yang terkena TBC. Tahun ini kita merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara, dan kami memiliki harapan untuk masa depan, yaitu Indonesia bebas TBC pada 2030, dan masa depan yang sejahtera dan sehat bagi kedua negara,” demikian kata Duta Besar Donovan. 

Ditegaskan, TBC dapat diobati, siapa pun yang mengalami batuk lama harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pengobatan TBC tidak dipungut biaya di bawah Jaminan Kesehatan Nasional.

“Di Indonesia, Pemerintah AS, melalui USAID, menjadi yang terdepan dalam penanggulangan TBC melalui berbagai program dan kemitraan selama dua dekade. Melalui pendekatan baru kami, Global Accelerator to End TB, kami bermitra menggabungkan kekuatan investasi, komitmen bersama, dan solusi lokal untuk semakin menurunkan beban TBC Indonesia,” kata Direktur USAID, Erin E. McKee.

Pameran “A Story of Hope” akan dibuka untuk umum pada 12-20 Maret di Universitas Gadjah Mada dan Erasmus Huis di Jakarta hingga April. Pameran ini juga akan digelar di empat dari lima provinsi prioritas kerja Challenge TB, program USAID untuk memerangi TBC, yaitu di Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Papua. Melalui Challenge TB, USAID bekerja sama dengan Program TBC Nasional untuk memberi bekal kepemimpinan teknis, panduan tentang pilihan strategis, dan memastikan dampak maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.***

Bagikan: