Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

PCNU Minta Warga Nahdliyin Bersabar

Tim Pikiran Rakyat
NAHDLATUL Ulama/DOK. PR
NAHDLATUL Ulama/DOK. PR

CILEGON, (KB).- Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon Hifdullah meminta agar warga nahdliyin bersabar dengan pemahaman bahasa pengganti kafir menjadi nonMuslim. Hal ini dikatakannya usai mengikuti kegiatan sarasehan ulama Muda NU Kota Cilegon di salah satu hotel Kota Cilegon.

“Saat ini telah terjadi polemik mengenai sebutan pengganti kafir sebagai nonmuslim dan sebagai ketua PCNU Kota Cilegon, saya mengimbau agar warga nahdliyin jangan langsung memvonis NU tidak benar. Apalagi disebutkan mengganti salah satu surat dan ayat dalam Al Quran,itu tidak benar,” katanya kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto, Kamis 7 Maret 2019.

Dia mengatakan, terminologi dalam kitab fikih NU ada Darul Islam dan Darul Kuffar. Sementara warga negara yang terdapat dalam Darul Islam ada beberapa sebutan di antaranya Kafir Harbi, yaitu orang yang memerangi umat Islam dan boleh diperangi, Kafir Dzimmi, orang yang membayar jizyah untuk mendapatkan perlindungan. Tidak boleh diperangi, Kafir Mu'ahad, orang yang melakukan perjanjian damai dalam beberapa tahun. Tidak boleh diperangi dan Kafir Musta'min, orang yang meminta perlindungan. Tidak boleh diperangi.

“Yang dimaksud keputusan Munas NU bahwa nonMuslim di Indonesia tidak ada yang memenuhi kriteria tersebut. Sehingga disebut warga negara dalam nation state. Untuk kejelasannya, maka NU menunggu hasil Munas yang akan diterbitkan dalam sebuah buku dan akan disebar ke daerah-daerah,jadi mohon bersabar dan jangan terpancing,” ujarnya.

Hifdullah menambahkan, sebagai warga yang taat akan ajaran ahli sunnah wal jamaah, pihaknya tidak segan-segan membuka komunikasi. Apalagi, kata dia bahasa (Kafir-red) sudah tersebar dan menimbulkan polemik. Jadi intinya,  hasil Bahtsul Masail Munas tetap menghukumi nonMuslim sebagai kafir, namun merekomendasikan jangan sebut nonMuslim Indonesia ini dengan kafir karena demi terjaganya ukhuwah wathoniyah.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Cinta Masjid Prov.Banten Sahruji yang kebetulan hadir mengaku prihatin dengan kondisi umat muslim yang saat ini seolah-olah diadudomba dengan statemen yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk itu kami selaku pengurus MCM akan melakukan roadshow ke masjid-masjid dan melakukan komunikasi dengan para ulama.Karena saya sendiri sebagai warga NU akan mencoba mengajak masyarakat untuk tidak percaya dengan hoaks serta berharap kepada penceramah agar materi yang dibawakannya yang sejuk,adem sesuai dengan slogan Indonesia damai dan sejahtera,” ungkapnya.***

Bagikan: