Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 22.3 ° C

Hindari Tengkulak, Gapoktan Sumber Makmur di Cilacap Jalin Kerja Sama Perdagangan Beras Langsung ke Jakarta

Eviyanti
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

CILACAP, (PR).- Sebanyak 100 ton gabah varietas IR dikirimkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur ke Jakarta. Pengiriman beras ini adalah bentuk kerja sama antara Gapoktan Sumber Makmur Desa Maos Kidul, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap dengan PT Foodstation. Perusahaan ini adalah sebuah Badan Usaha Milik Daereh (BUMD) DKI Jakarta. 

Transaksi langsung antara Gapoktan dengan Foodstation dimotori Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cilacap dan TPID DKI Jakarta yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto dan kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta. Upaya ini bertujuan untuk memutus mata rantai distribusi dan potensi permainan harga beras petani.  

Pemberangkatan beras perdana diawali dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Gapoktan Sumber Makmur sebagai penyedia beras dan PT Foodstation selaku BUMD DKI Jakarta. Setelahnya dilanjutkan seremoni pelepasan armada pengangkut beras oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman, didampingi Arief Prasetyo Adi selaku Dirut PT Foodstation Tjipinang Jaya, Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Trisno Nugroho, dan Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Agus Chusaini di Cilacap, Rabu, 6 Maret 2019. 
 

WAKIL Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman memecahkan kendi di depan truk pengangkut beras sebagai seremoni diawalinya kerja sama antara Gapoktan Sumber Makmur dengan PT Foodstation Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Trisno Nugroho menyebutkan kerjasama ini menjadi salah satu upaya memenuhi pasokan beras di ibukota bersama pedagang lain. “BI juga menghendaki kerjasama ini menguntungkan pihak pemerintah dan petani, hal tersebut untuk  memangkas rantai distribusi dan potensi permainan harga karena yang terjadi adalah transaksi langsung antara Gapoktan dengan Foodstation” ujarnya.

Untuk tahap awal Gapoktan siap mengirimkan sebanyak 100 ton gabah varietas IR ke wilayah Jakarta. "Ada potensi share market antara 9 - 10 persen yang bisa menjadi referensi beras di DKI, hal tersebut menjadi tren harga agar inflasi tidak terlalu tinggi," kata Trisno.

Dirut PT Foodstation Arief Prasetyo Adi juga menjanjikan harga yang baik dan stabil terhadap beras yang dibeli dari Kabupaten Cilacap. Pihaknya siap untuk menampung harga beras Gapoktan dengan harga di atas pembelian pemerintah (HPP). Dijelaskan, di pasar induk Cipinang Jakata kebutuhan beras mencapai 3.000 ton/hari. “Sedangkan kebutuhan Foodstadion sendiri mencapai 10 ton per bulan di luar pasar Induk Cipinang” katanya.

Meski suplai beras dari Cilacap belum berdampak signifikan hal ini penting untuk mendorong petani Cilacap agar tidak kesulitan memasarkan hasil produksinya. Pihak Foodstation juga menjanjikan harga yang stabil bahkan di atas HPP sekitar Rp 5.300/kg Gabah Kering Panen (GKP).

Ketua Asosiasi Gapoktan Kabupaten Cilacap Sahroni mengatakan hingga kini sudah terealisasi dua kali pengiriman masing-masing 9 ton pada Jumat, 1 Maret 2019, dan 36 ton pada pengiriman perdana, Rabu, 6 Maret 2019.

"Tidak ada taget pengiriman ke Jakarta, yang terpenting ketika beras tersedia siap dikirimkan” katanya. Sementara jenis beras yang disiapkan Gapoktan Cilacap untuk kerjasama ini antara lain IR 64, Pandanwangi, Ciherang dan Situ Bagendit.

Wakil Bupati Syamsul Auliya Rahman menyatakan kerjasama ini terjalin mengingat Kabupaten Cilacap surplus beras hingga 290 ribu ton. Melalui kerjasama ini diharapkan mampu mengendalikan harga dan petani semakin makmur karena tidak dikendalikan oleh para tengkulak.

Namun wakil Bupati mengingatkan agar suplai beras ke Jakarta tidak berlebihan, harus ada keseimbangan stok untuk kebutuhan pasar lokal. Sebab berapa tahun terakhir ini inflasi Cilacap tinggi akibat  kekurangan beras. "Tingginya pengiriman beras ke luar daerah menyebabkan Cilacap kekurangan beras. Kondisi demikian bisa memicu terjadi inflasi,” katanya.***
 

Bagikan: