Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

12 Penulis Indonesia Menuju London Book Fair 2019

Dhita Seftiawan
Buku/DOK. PR
Buku/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Buku-buku karya 12 penulis Indonesia akan dipamerkan dan dijual di London Book Fair (LBF) 2019. Para penulis ini mewakili beragam kategori buku, yaitu fiksi, nonfiksi, buku anak dan komik. 

Ketua Harian Panitia Pelaksana untuk LBF 2019 Laura Bangun Prinsloo mengatakan, penulis-penulis tersebut yaitu Agustinus Wibowo, Clara Ng, Dewi Lestari, Faisal Oddang, Intan Paramaditha, Laksmi Pamuntjak, Leila S. Chudori, Nirwan Dewanto, Norman Erikson Pasaribu, Reda Gaudiamo, Seno Gumira Ajidarma, dan Sheila Rooswitha Putri. Adapun Seno Gumira Ajidarma telah dinobatkan sebagai Author of the Day untuk LBF.

“Lima tahun terakhir kita berhasil menjual copyright buku para penulis Indonesia hingga lebih dari 1.200 judul di berbagai pameran buku internasional. Kami berharap kehadiran Indonesia di LBF tahun ini akan memperkuat ikatan intelektual Indonesia dan dunia serta bisa memasarkan lebih banyak lagi produk kreatif kita," ucap Laura.

Target mendunia

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menargetkan ada sebanyak 50 buku asal Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris tahun ini. Dengan demikian, bisa diterbitkan di seluruh dunia. 

Badan Ekonomi Kreatif optimistis mampu memenuhi target tersebut, karena Indonesia diundang menjadi tamu kehormatan ajang London Book Fair (LBF) 2019. LBF akan digelar di Olympia, Kensington dan London, Inggris pada 12-14 Maret ini. 

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan, LBF merupakan pameran buku kedua terbesar di dunia setelah Frankfurt Book Fair. LBF tahun ini diikuti lebih dari 150 negara dan ribuan penulis fiksi dan nonfiksi. 

Menurut dia, LBF menjadi ajang pembuktian kualitas literasi dalam negeri di tingkat dunia.  

“Usaha penerbitan patut didukung melihat kontribusi sektor penerbitan untuk GDP. Di mana penerbitan menempati urutan kelima setelah kuliner (41,69%), fashion (18,15%), kerajinan tangan (15,70%), serta televisi dan penyiaran radio (778%). Penerbitan sendiri menyumbang 6,29% GDP," kata Triawan di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2019. 

Ia mengatakan, untuk mencapai target 50 buku tersebut, Bekraf mendorong industri penerbitan dalam negeri ikut serta dalam ajang pameran buku tingkat internasional itu. Menurut dia, Bekraf tidak hanya memperkenalkan kekayaan konten yang ditampilkan buku-buku Indonesia, tetapi juga subsektor terkait lainnya. 

"Melalui peran Indonesia sebagai market focus country di London Book Fair, subsektor penerbitan Indonesia bisa memanfaatkan keberadaan Inggris sebagai sentra penerbit dunia selama lebih dari 300 tahun," ujar Triawan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menegaskan, keikutsertaan Indonesia di LBF juga berperan penting untuk memperkenalkan budaya tanah air. Pasalnya, ada 99 kegiatan terkait yang di antaranya akan memamerkan beragam kuliner khas nusantara. 

"Tentu event ini dapat jauh mengenal Indonesia dan penulis-penulis dari indonesia. Sehingga mampu menjawab tantangan global saat ini. LBF ini juga untuk mempererat kerja sama bilateral Indonesia-Inggris yang sudah berlangsung 70 tahun," kata Hilmar.***

Bagikan: