Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

Selama Sepekan, Indonesia Waspada Bencana Hidrometeorologi

Tim Pikiran Rakyat
WARGA menggunakan perahu melintasi banjir yang melanda kawasan Andir, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat 22 Februari 2019 lalu./ANTARA
WARGA menggunakan perahu melintasi banjir yang melanda kawasan Andir, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat 22 Februari 2019 lalu./ANTARA

JAKARTA, (PR).- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menerbitkan peringatan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana terkait dengan hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia hingga satu pekan ke depan.

Dalam keterangan pers BMKG yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, 2 Maret 2019, peringatan tersebut berlaku dalam rentang 2-8 Maret 2019. Peringatan ini dikeluarkan karena potensi meningkatnya curah hujan dalam skala tinggi di wilayah Indonesia. Meningkatnya curah hujan dalam skala tinggi terjadi akibat beberapa fenomena atmosfer yang terpantau muncul secara bersamaan.

BMKG mengidentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia yang merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur. Fenomena ini dapat meningkatkan potensi curah hujan di daerah yang dilaluinya. MJO diprakirakan bergerak melintas wilayah Indonesia yang dapat bertahan hingga satu minggu ke depan.

Kondisi itu menyebabkan masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian barat dan tengah. Dampaknya adalah meningkatnya potensi curah hujan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

Dari analisis pola pergerakan angin, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera. Sirkulasi ini membentuk daerah pertemuan angin yang cukup konsisten di wilayah Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa.

Jenis bencana hidrometeorologi

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada pada periode awal Maret, khususnya dampak dari potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah musibah seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Kondisi itu dapat meningkat hingga pertengahan Maret 2019. Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat antara lain Sumatera Barat, NTB, Jambi, NTT, Bengkulu, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Kalimantan Selatan, Banten, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Barat. Selain itu, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, Yogyakarta, Maluku, Jawa Timur, Papua Barat, Bali, dan Papua.

Pihaknya juga meminta masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi sekitar 2,5-4 meter yang diperkirakan terjadi di Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Selat Bali bagian selatan, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudera Hindia selatan Pulau Jawa hingga Bali.***

Bagikan: