Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Langit umumnya cerah, 22.3 ° C

Jurnalistik, Inti dari Segala Medium Pemberitaan

Yusuf Wijanarko
MENTERI Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyampaikan pandangannya tentang kondisi bisnis informasi pada era revolusi industri 4.0 dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Media Siber Indonesia di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat 1 Maret 2019.*/YUSUF WIJANARKO/PR
MENTERI Komunikasi dan Informasi Rudiantara menyampaikan pandangannya tentang kondisi bisnis informasi pada era revolusi industri 4.0 dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Media Siber Indonesia di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat 1 Maret 2019.*/YUSUF WIJANARKO/PR

JAKARTA, (PR).- Inti dari segala medium pemberitaan adalah jurnalistik, meski model bisnisnya kini telah bertransformasi seiring revolusi industri 4.0.

Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Rapat digelar di Perpustakaan Nasional, Jakarta, selama dua hari, 1-2 Maret 2019.

"Inti perkembangan pers adalah sumber daya manusianya yaitu jurnalisnya, awak redaksinya, termasuk newsroom-nya. Pengusaha dan pemilik perusahaan media juga harus memahami model bisnis yang baru," kata Rudiantara.

Dia menegaskan, berbagai gagasan cemerlang yang terkait dengan dunia digital harus didukung infrastruktur. 

"Salah satunya adalah hadirnya Palapa Ring agar tidak ada lagi daerah yang tidak terhubung dengan jaringan tulang belakang boardband," katanya.

Menanggapi persaingan di industri informasi saat ini, Ketua AMSI Wenseslaus Manggut mengatakan, dari sisi konten, jurnalis berada di tengah dunia yang terus berubah. 

Saat ini bukan hanya media arus utama yang berperan menyampaikan pesan. Kini masyarakat berada di tengah begitu banyak medium penyampai pesan. 

Maka, media massa yang bekerja dengan kode etik jurnalistik harus menjaga ekaistensinya dan menjadi rujukan untuk informasi tepercaya.

"Sementara dari sisi bisnis, inilah zamannya ketika bukan hanya media massa yang berbisnis konten. Banyak medium yang menghuni ekosistem yang sama dengan media massa dan menjadi pesaing," ucapnya.

SUASANA Rapat Kerja Nasional Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Perpustakaan Nasional, Jakarta, 1-2 Maret 2019.*/YUSUF WIJANARKO/PR

Situasi menantang media memahami monetisasi

Menurut Weseslaus Manggut, AMSI serius menangani hal tersebut. Perusahaan yang layak baik dari sisi produk dan finansial akan membuat para pekerjanya hidup layak. 

"Saat ini, hal yang paling penting di luar kode etik jurnalistik adalah bagaimana memonetisasi media. Pemahaman tentang monetisasi itulah yang ingin kami tingkatkan melalui rapat kali ini. Artinya, proses edukasi di level pemilik juga sangat penting," tutur Wenseslaus Manggut.

Sehari sebelumnya, Kamis 28 Februari 2019, AMSI mengadakan pelatihan guna memperkaya pengetahuan tentang ekosistem media sosial, khususnya Facebook.

Sementara itu, Sekretaris Umum AMSI Jawa Barat Riana A Wangsadiredja mengatakan, Rakernas ini menjadi momentum penguatan eksistensi semua portal media online yang berada di bawah naungan AMSI.

AMSI adalah organisasi yang beranggotakan perusahaan media siber di Indonesia. AMSI dideklarasikan pada 18 April 2017. 

AMSI lahir sebagai wadah untuk saling menguatkan dan membangun sinergi antarpelaku bisnis perusahaan media siber di Indonesia. 

Saat ini, anggota AMSI mencapai lebih dari 250 media siber yang tersebar di 16 wilayah provinsi di Indonesia.***

Bagikan: