Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 30.2 ° C

Puting Beliung Merusak Padi, Petani Panen Dini

Eviyanti
PETANI di Desa/Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah terpaksa panen dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.*/EVIYANTI/PR
PETANI di Desa/Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah terpaksa panen dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.*/EVIYANTI/PR

CILACAP, (PR).- Tanaman padi siap panen di Desa/Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah  roboh akibat diterpa  angin puting beliung. Petani terpaksa panen dini untuk menghindari kerugian lebih besar. 

Usia padi yang tersapu angin puting beliung   85-90  hari atau hampir panen. Rencananya panen raya akan dilakukan ketika padi berumur 120 hari.

"Harusnya usia panen 120, tapi sudah  roboh terkena  angin dan hujan," kata Eko warga setempat. 

Kalau tanaman sudah roboh maka sulit dipertahankan apalagi di sini hujan terus jika tergenang air dikhawatirkan tanaman dan padinya busuk. Selain itu tanamannya juga sudah rusak akibat serangan tikus. 

Diakui, panen dini menyebabkan gabah yang dihasilkan menurun hingga 50 persen. Dalam kondisi normal, sebab bulir padinya belum sepenuhnya berisi. 

Dia memperkirakan, lahan seluas 1 bahu atau sekitar 7000 meter persegi (m2)   hanya menghasilkan gabah sekitar dua ton, Padahal dalam kondisi normal mampu menghasilkan   4  ton gabah kering panen (GKP) . “Tapi karena  tanaman terkena musibah angin puting beliung maka gabah yang dihasilkan hanya separohnya," jelasnya. 

Eko mengaku kerugian yang dialami cukup besar, selain hasil panen kurang baik, harga gabah saat ini mulai turun berkisar antara  Rp 4.000 – Rp 4.100 per kilogram. Padahal dua pekan lalu gabah kering panen dijual Rp 4.500 per kg. 

Selain itu lahan yang digarap merupakan tanah desa, sehingga harus membayar sewa  pertahunnya mencapai Rp 16 juta dengan dua kali tanam padi dan satu kali palawija. 

Petan lain, Sapto (54) menambahkan,  prediksinya hasil panen menurun hingga 25 persen. 

Pihaknya sudah mengimbau agar petani untuk segera  mengeringkan lahan sawahnya. Karena akan menyebabkan padi gabug atau tidak berisi. 

"Tanaman yang roboh belum memasuki usia panen. Jika petani mau bertahan maka sawah harus dikeringkan akan tetapi kendalanya saat ini hujan terjadi setiap hari," tambah Sapto 

Tanaman sebenarnya bisa dipertahankan dengan menutup saluran air, menghindari agar tanaman tidan tergenang air.***
 

Bagikan: