Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

KPU Persiapkan Strategi Bahas Pemilih Pindah

Muhammad Irfan
PETUGAS melakukan pengecekan kualitas surat suara Pilpres 2019 saat pencetakan surat suara di Jakarta, Minggu, 20 Januari 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memproduksi surat suara Pilpres untuk kebutuhan Pemilu 2019, sebanyak 187.975.930 lembar surat suara. */ANTARA
PETUGAS melakukan pengecekan kualitas surat suara Pilpres 2019 saat pencetakan surat suara di Jakarta, Minggu, 20 Januari 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memproduksi surat suara Pilpres untuk kebutuhan Pemilu 2019, sebanyak 187.975.930 lembar surat suara. */ANTARA

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah memikirkan strategi untuk memastikan ketersediaan logistik pemilu di seluruh Tempat Pemungutan Suara, terutama di Pulau Jawa. Hal ini menyusul membludaknya jumlah pemilih yang melakukan proses pemindahan tempat memilih pada 2019.

Berdasarkan data KPU pada Kamis, 21 Februari 2019 sudah ada 275 ribu lebih pemilih yang melakukan proses pemindahan tempat memilih. Komisioner KPU, Viryan Azis mengungkapkan Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah pindah memilih paling banyak yakni sekitar 60 ribu orang, disusul Jawa Tengah sekitar 40 ribu orang, dan Jawa Barat 11 ribu orang.

"Sampai dengan tanggal 17 Februari kemarin, terdata sebanyak 275.923 pemilih yang melakukan pindah memilih. Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah," kata Viryan di Kantor KPU, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.

Viryan menilai antusiasme masyarakat dalam mencatatkan pindah TPS itu cukup menggembirakan. Hal ini, menurut dia, adalah bentuk partisipasi masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. Namun, di sisi lain, mereka mengalami tambahan persoalan yakni harus memikirkan pemetaan distribusi surat suara yang akan berubah.

Menurut dia, setiap TPS hanya punya cadangan dua persen surat suara. Dengan jumlah pemilih pindah seperti ini, rasanya tidak mungkin KPU hanya mengandalkan dua persen surat suara cadangan yang ada.

“Misalnya pemilih 300 orang berarti disiapkan enma surat suara cadangan. Sementara data di lapangan ada yang sampai DPTb-nya 300-500, tentu tidak mungkin untuk menggunakan surat suara cadangan. Nah ini kendala yang sekarang kita hadapi," ujar dia.

Viryan mengakui pihaknya belum menentukan cara mengakali potensi kekurangan surat suara tersebut. Hal yang paling mungkin adalah menggeser stok surat suara dari satu daerah ke daerah lain. Namun, opsi itu masih terus dibahas

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar ada pembahasan bersama dan solusi bersama yang menjadi kebijakan kita menyelesaikan persoalan ini," ucap dia.

Untuk diketahui, Pemilu serentak akan digelar pada 17 April 2019. Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU membuka kesempatan bagi pemilih yang tidak berada di wilayah sesuai KTP atau sedang merantau untuk berpindah lokasi pemilihan. Pindah memilih bisa dilakukan dengan mendatangi kantor KPU terdekat, baik di daerah asal maupun daerah tujuan. Dengan menunjukkan KTP, petugas KPU akan membantu pengurusan borang A5 sebagai tiket pindah memilih.***

Bagikan: