Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Menko Luhut Janji Anggaran Citarum Rp 605 M Cair Pertengahan Maret, Begini Penjelasan Kemenkeu

Tia Dwitiani Komalasari
WARGA mengolah lahan pertanian miliknya di sisi Sungai Citarum dengan kondisi terpapar limbah dengan warna kehitaman dari sungai Jadun yang merupakan anak sungai Citarum di Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung. Rabu (20/2/2019). Upaya pemerintah terkait memulihan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum, akan menggelontorkan dana sebesar 605 milyar rupiah yang akan dicairkan di bulan Maret mendatang.*/ADE MAMAD/PR
WARGA mengolah lahan pertanian miliknya di sisi Sungai Citarum dengan kondisi terpapar limbah dengan warna kehitaman dari sungai Jadun yang merupakan anak sungai Citarum di Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung. Rabu (20/2/2019). Upaya pemerintah terkait memulihan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum, akan menggelontorkan dana sebesar 605 milyar rupiah yang akan dicairkan di bulan Maret mendatang.*/ADE MAMAD/PR

JAKARTA, (PR).- Direktur Jenderal Anggaran Kementrian Keuangan, Askolani, mengatakan dirinya baru saja menerima proposal anggaran dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengenai pengelolaan Citarum, Rabu 20 Februari 2019. Pihaknya akan meninjau pengajuan anggaran tersebut terlebih dahulu sebelum mempersiapkan dananya.

"Baru saja tadi dikirim dari PU.‎ Nanti kita review dulu, setelah itu baru dananya siap," kata Askolani kepada "PR" di Jakarta.

Meskipun demikian, dirinya tidak bisa memastikan bahwa pencairan dananya dilakukan 15 Maret 2019, seperti yang dikatakan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Pandjaitan. "Itu kan dari pak Menko (yang mengatakan 15 Maret 2019). Kalau kami belum bisa memastikan. Namun kami akan berusaha secepatnya," ujarnya.

Dia mengatakan, pencairan dana tersebut juga belum tentu dilakukan langsung seluruhnya. Pencairan bisa saja dilakukan bertahap sesuai dengan kebutuhan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Kita ikuti klausal dari PU seperti apa. Yang penting hasil reviewnya sudah baik, baru dananya cair," kata dia.‎

Sebelumnya, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, anggaran untuk pembenahan Sungai Citarum akan turun tanggal 15 Maret 2019 ini. Anggaran sebesar Rp 605 miliar itu bisa segera dimanfaatkan oleh gerakan Citarum Harum Juara selama 2019 ini. 

"Itu dananya mulai turun bulan Maret ini. Maret tanggal 15. Anggarannya Rp 605 miliar. Dengan begitu nanti prosesnya akan lebih bagus, " ujar Menteri Kordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan, usai menghadiri Citarum Expo 2019 di Gedung Sabilulungan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung,  Jalan Al Fathu, Soreang, Selasa 19 Februari 2019. 

WARGA mengolah lahan pertanian miliknya di sisi Sungai Citarum dengan kondisi terpapar limbah dengan warna kehitaman dari sungai Jadun yang merupakan anak sungai Citarum di Kampung Cicukang, Desa Mekarrahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung. Rabu (20/2/2019). Upaya pemerintah terkait memulihan Sungai Citarum melalui program Citarum Harum, akan menggelontorkan dana sebesar 605 milyar rupiah yang akan dicairkan di bulan Maret mendatang.*/ADE MAMAD/PR

Menurut dia, anggaran tersebut secara bertahap akan ditingkatkan lagi nnominalnya. "Tahun ini Rp 605 miliar. Kalau kita ingin tahun depan lebih besar lagi, jadi sebenarnya bukan besaran anggaran.

Tapi sejauh mana tepat sasaran. Terlebih dengan yang nanti terlibat, apalagi Siliwangi (TNI) sudah memainkan perannya dengan baik. Membuat proses (perbaikan Citarum) lebih baik," ucap dia. 

Bukan hanya itu, lanjut dia, sekarang banyak peminat dari perusahaan-perusahaan yang csrnya diikutkan di sini. "Dan saya kira itu penting,"kata dia. 

Lebih jauh, kata dia, proses gerakan Citarum Harum ini baru sebelas bulan dari Maret tahun lalu sampai dengan sekarang. Dengan kegiatan Citarum Expo merupakan kali pertama setelah program gubenur Jabar membuat semua program menjadi jelas seperti siapa berbuat apa. 

"Dan yang penting lagi, perguruan-perguruan tinggi juga diajak ikut bekerja, pak gubernur saya kira sangat aktif melakukan itu. Wujudnya macam macam, ada bagaimana air itu dibersihkan. Nanti pak menteri PUPR akan menjelaskan bagaimana kanal yang dibuat memotong sehingga akan mengurangi banjir. Dan presiden memerintahkan ini supaya betul-betul diselesaikan cepat," ucap dia. 

Menurut dia, saat ini gaung gerakan Citarum sudah dilihat di internasional bahwa Indonesia itu serius. "Jadi kalau ada orang bilang kita pencitraan, saya kira ini jauh dari itu. Karena masa depan dari rakyat Jabar di bantaran Citarum, karena kalau ini kotor, ikan, padi semua tercemar. Itu bayi akan kuntet. Kita enggak mau generasi Jabar kuntet karena kita salah," tutur dia. 

Dia menambahkan, pemulihan Citarum ini ditargetkan tujuh tahun sejak 2018 lalu.  Sementara gubernur menyebut bisa lima tahun. Namun hal itu harus didukung oleh masyarakat Jabar itu sendiri.***

Bagikan: