Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Relawan Prabowo-Sandi Minta KPU Lebih Tegas Soal Tata Tertib Debat

Tim Pikiran Rakyat
DUA Capres.* ANTARA
DUA Capres.* ANTARA

BANDUNG, (PR).- Direktur Relawan Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk lebih tegas menjalankan tata tertib pada saat debat pilpres berlangsung. Ferry berpendapat, dalam debat Capres edisi kedua yang digelar Minggu 17 Februari 2019 kemarin ada pernyataan Capres 01, Joko Widodo yang keluar dari konteks debat dan dinilai menyerang pribadi Capres 02, Prabowo Subianto.

Pada Debat Kedua Capres tersebut, Jokowi sempat menyinggung soal tanah ratusan ribu hektar milik Prabowo Subianto. Jokowi menyebut Prabowo memiliki lahan mencapai 340 ribu hektar di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

"Soal menyerang pribadi, soal kepemilikan lahan Prabowo, kesannya kan menyerang pribadi. Dibangun opini seolah memiliki lahan, tapi kan itu HGU (Hak Guna Usaha) milik negara," katanya saat On Air di radio jaringan Pikiran Rakyat, PRFM. 

Ferry mengungkapkan, harusnya moderator berani memotong statement Capres yang menyerang pribadi lawan debatnya. Selain itu ia juga menyoroti moderator debat yang memotong pembicaraan Capres saat mengeluarkan argumennya. Menurutnya, fungsi moderator tidak hanya sebatas mengatur aspek waktu, tapi juga memperhatikan argumen Capres sesuai konteks debat atau tidak. 

"Soal moderator yang memotong pembicaraan. Dari awal kami ingatkan dalam debat Capres dikasih tahu saja, untuk mengakhiri, kalau sudah 3 sampai 4 detik sebelum berakhir bicara, tadi malam kan memotong (pembicaraan)," kata Ferry.

Ferry menyayangkan Jokowi sebagai petahana menyerang pribadi Prabowo saat debat. Menurutnya harusnya petahana yang memiliki akses data, tidak menggunakan akses tersebut untuk menyerang pribadi lawannya. Tetapi, akses data tersebut digunakan untuk mengambil kebijakan yang benar. 

Lebih lanjut dia berharap, debat Pilpres kedepannya benar-benar menjadi sumber rujukan dan kesempatan Paslon untuk berargumen dan menyampaikan visi misi tentang pengelolaan negara dan menyelesaikan problema bangsa. 

"Kami mau menegaskan bahwa debat kandidat ini harusnya menjadi sumber rujukan, biarlah Capres kita berargumentasi visi dia tentang negara dan problema bangsa, jadi menarik," ungkapnya.(PRFM)***

Bagikan: