Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 25.5 ° C

TKN: Jokowi Visioner, Prabowo Miskin Gagasan

Dhita Seftiawan
JOKO Widodo dan Prabowo saling memberi salam seusai debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA
JOKO Widodo dan Prabowo saling memberi salam seusai debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristyanto menilai gagasan yang disampaikan Prabowo hanya menyelesaikan persoalan lama dan tidak mampu mengintip masalah yang akan dihadapi pada masa mendatang.

Dengan demikian, Prabowo tak mampu mengurai tantangan dan solusi yang akan dihadapi negara, terutama dalam menjalani era revolusi industri 4.0.

Hasto Kristyanto menilai, masalah dan solusi yang disampaikan Jokowi lebih komprehensif. Visi Jokowi lebih konkret dan sedang berupaya menyelesaikan beragam masalah yang sedah dihadapi. Ia meyakini, hasil debat capres Pilpres 2019 jilid 2 ini akan menginspirasi swing voters untuk menentukan pilihan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Penyampaian visi dan misi kedua paslon adalah podium rakyat dan akan tentukan preferensi pilihan bagi kelompok swing voters, bahkan akan mengubah golput untuk tentukan pilihan. Pak Prabowo sebagaimana tahun 2014, lebih banyak menyampaikan persoalan dengan solusi yang hanya mengulang rekomendasi PBB. Pak Jokowi benar-benar mengungkap pentingnya energi terbarukan dan keberhasilannya di dalam mengatasi kebakaran hutan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan," kata Hasto Kristyanto di Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.

Ia menjelaskan, Jokowi berbicara persoalan faktual sedangkan Prabowo mengungkapkan hal-hal yang "basi" seperti swasembada air.

"Swasembada air tanpa penjelasan dan agenda menjalankannya menjadi bukti bahwa Prabowo cenderung mengulang masalah lama dan miskin pengalaman. Visi dan misi capres tersebut menjadi awal penilaian agenda strategis kedua paslon. Tampak Jokowi lebih memahami persoalan bangsa," katanya.

Hasto Kristyanto berharap agar para pakar dan pengamat dapat memberikan penilaian obyektif tentang kualitas kedua calon.

"Obyektivitas para pakar sangat diperlukan. Sebab, Indonesia harus dipimpin sosok visioner tetapi memiliki kemampuan teknokratis dan manajerial untuk menyelesaikan masalah pokok bangsa," ujarnya.

Prabowo blunder

Hasto Kristyanto mengatakan, Prabowo melakukan blunder karena mengkritik program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi. Pasalnya, ucap dia, hak atas tanah dijamin konstitusi.

"Penyebutan luas lahan Prabowo di Kaltim yang mencapai 220.000 hektare menjadi kartu as Jokowi. Prabowo tidak paham bahwa sertifikasi tanah untuk rakyat adalah instrumen vital bagi peningkatan ekonomi rakyat," katanya.

Ia menegaskan, apa yang disampaikan Jokowi adalah gugatan atas politik tanah yang selama pemerintahan sebelumnya membawa manfaat ke atas.

"Sertifikasi tanah rakyat adalah perubahan fundamental politik pertanahan Jokowi. Rakyat kecil menjadi berdaulat atas tanahnya dan sertifikasi tanah adalah perlindungan tanah rakyat agar bisa didayagunakan untuk peningkatan perekonomian rakyat," ujarnya.

Jokowi menang telak

Juru vicara TKN Ace Hasan Syadzily menilai Jokowi menang telak 6:0 dalam debat Pilpres 2019 jilid 2. Menurut dia, Jokowi sangat menguasai masalah dengan menyampaikan capaian keberhasilan. Sementara Prabowo hanya bicara hal-hal normatif dan banyak mengakui keberhasilan Jokowi.

"Prabowo terkesan tidak menguasai masalah, miskin konsep, terutama hal-hal yang terkait dengan program yang lebih fokus, selalu mengulang-ngulang dan tidak nyambung. Prabowo melangit, Jokowi membumi. Prabowo bicara soal kemandirian tetapi tidak menjelaskan tentang apa yang akan dilakukan untuk mendukung ke arah terwujudnya kemandirian tersebut," ujar Ace Hasan Syadzily.

Dia menilai, Jokowi memaparkan visi dengan menjelaskan capaian dan langkah yang lebih konkret dan realistis seperti soal infrastruktur dasar yang dirasakan rakyat di pedesaan berupa jalan dan irigasi, bukan hanya jalan tol dan bendungan.

"Soal lingkungan juga jelas, tentang tidak adanya kebakaran hutan selama 3 tahun terakhir ini. Termasuk soal sampah. Sekali lagi, Jokowi unggul telak dan sangat menguasai semua tema debat," katanya.***

Bagikan: