Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 27.7 ° C

Sandiaga Uno Usulkan Pertanyaan Debat Langsung dari Pasangan Calon

Puga Hilal Baihaqie
JOKO Widodo dan Prabowo berjabat tangan seusai mengikuti debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA
JOKO Widodo dan Prabowo berjabat tangan seusai mengikuti debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).-  Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengingatkan KPU (Komisi Pemilihan Umum) agar bisa memperbaiki pelaksanaan debat dengan tidak terlalu banyak memberikan pertanyaan oleh moderator.

"Mungkin, saya usulkan agar pertanyaannya langsung dari pasangan calon setelah mereka menyampaikan visi dan misi secara garis besar pada sesi pertama. Sebab, pertanyaan yang disampaikan itu, banyak juga masyarakat yang menonton kurang paham," kata Sandiaga Uno di Jakarta, Senin 18 Februari 2019.

Selain itu, ia mengkritisi agar KPU mengendalikan keriuhan di dalam ruangan debat Pilpres 2019. Acara tersebut bukan sekadar tayangan yang hanya dinikmati peserta di ruangan debat melainkan juga masyarakat umum, khususnya mereka yang belum menentukan pilihan politik.

Pernyataan itu ia lontarkan setelah dia mengikuti acara nonton bareng pelaksanaan debat sesi kedua di Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu 17 Februari 2019.

Sandiaga Uno juga mengusulkan agar pendukung pasangan calon yang datang cukup 50 orang agar keriuhan yang di luar kendali bisa segera diatasi.

"Kami ingin suasana debat bisa dinikmati bukan pada 10 atau 15 menit pertama, tetapi hingga acara debat berakhir," ujarnya.

Suasana berisik

Direktur Relawan Prabowo- Sandiaga Uno, Ferry Mursyildan Baldan menuturkan, KPU melakukan pembiaran terhadap pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang membawa berbagai atribut alat peraga kampanye.

Padahal KPU sebelumnya telah mewanti-wanti agar para kedua kubu yang memasuki ruangan debat tak dibenarkan membawa alat peraga kampanye.

"Tentunya kami akan menyampaikan protes kepada KPU karena mereka yang membuat aturan tersebut harusnya diberi sangsi. Apalagi ada beberapa orang yang membunyikan peluit tentu hal tersebut sangat menggangu jalannya debat," ujar Ferry Mursyildan Baldan.

Ia juga mengkritik moderator yang hanya tegas dalam mengatur waktu pemaparan bukan pada konten debat.

Ketika Jokowi menyerang secara pribadi mengenai kepemilikan lahan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan Prabowo di Aceh dan Kalimantan Timur, moderator tidak memperingatkan "serangan" tersebut.

"Kalau tujuannya menyerang seperti Pak Prabowo juga telah membuktikan nasionalismenya. Ia mengelola lahan HGU untuk kepentingan masyarakat, bahkan banyak eks kombatan GAM merasakan manfaatnya. Ia juga rela bila negara meminta HGU untuk diserahkan kembali. Intinya daripada dikuasai asing, lebih baik dikelola anak bangsa," ujar Ferry Mursyildan Baldan yang juga mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang di Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla.***

Bagikan: