Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

BPN: Visi dan Misi Prabowo Adalah Kebutuhan Rakyat

Muhammad Irfan
JOKO Widodo dan Prabowo bersalaman seusai debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA
JOKO Widodo dan Prabowo bersalaman seusai debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Koordinator Juru Debat Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, Ledia Hanifa menyebut, visi dan misi Prabowo di bidang pangan, energi, lingkungan, dan infrastruktur adalah apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Swasembada pangan, energi, dan air menjadi fokus Prabowo jika dia terpilih sebagai presiden.

“Saat ini, tata kelolanya yang masih jadi masalah (untuk mewujudkan) swasembada. Bagaimana mau jadi negara yang berdiri sendiri kalau energi kita kurang? Air buat siapa? Di NTT, untuk dapat air harus berjalan 6 jam. Jadi, akses ini adalah satu hal yang penting,” kata Ledia Hanifa saat menjadi pembicara dalam acara nonton bareng Debat Capres Putaran Kedua yang digelar di Media Centre Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Minggu 17 Februari 2019.

Ledia Hanifa mengkritisi pembangunan infrastruktur jalan tol yang banyak digaungkan Jokowi. Menurut dia, jalan tol adalah sektor yang dibangun swasta. Sementara dari 530.000 kilometer jalan nasional, pemerintah hanya mengaspal 270.000 kilometernya.

“Ini data dari Dirjen Cipta Karya dan baru 56 persen yang diaspal sementara sisanya belum sehingga sulit diakses,” ucap dia.

Ledia Hanifa menegaskan, perbaikan jalan nasional lebih penting ketimbang membuat jalan baru yaitu jalan tol.

“Karena kenyataannya jalan tol pun tidak ada kaitannya dengan peningkatan ekonomi di Indonesia. Yang didorong tidak bisa hanya infrastruktur. Mana keberpihakan pada masyarakat lewat membangun jalan negara 44 persen?” ucap dia.

Prabowo lebih konsisten

Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Uno, Gari Primananda menilai, dalam debat kedua Prabowo lebih konsisten dalam menyampaikan visi dan misinya tentang memperjuangkan kepentingan rakyat dan mewujudkan Indonesia adil dan makmur.

Dia tak menampik kalau banyak hal teknis yang belum terpaparkan secara rinci dalam debat itu. Namun, sebagai calon presiden, visi dalam memimpin tentu menjadi hal yang lebih utama.

“Visi ini yang kami lihat konsisten dibawakan Prabowo dalam setiap debat. Nanti poin dari visi ini yang diejawantahkan dalam hal teknis di bawah,” kata Gari Primananda.

Dia mengkritisi pemaparan Jokowi yang berbicara tentang pentingnya niat dalam membuat perubahan. Namun sayangnya, kata Gari Primananda, justru niat itu yang tak bisa diwujudkan Jokowi selama 4 tahun memimpin. Gari Primananda juga mengomentari gestur Jokowi yang terlihat gugup karena beberapa kali terlihat mengusap wajahnya.

“Kita lihat justru Prabowo yang lebih siap. Sementara untuk ukuran petahana, Jokowi, menurut saya, agak kurang dengan gestur yang seperti itu,” ucap dia.

Spontan dan ekspresif

Meski demikian, secara keseluruhan debat putaran kedua dinilai lebih menarik ketimbang debat pertama. Dengan ketiadaan kisi-kisi, debat kedua lebih spontan dan ekspresif sehingga masyarakat bisa melihat gagasan para kandidatnya secara nyata.

“Dengan model konsep debat seperti tadi, lebih bisa eksplorasi, karakternya keluar,” ucap dia.

Mengenai kepemilikan lahan yang sempat disindir Jokowi kepada Prabowo dan diklarifikasi oleh Prabowo pada sesi akhir debat, Gari Primananda menilainyasebagai sikap kebangsawanan Prabowo.

Menurut dia, Prabowo enggan menyembunyikan sesuatu yang memang benar. Meski demikian, kepemilikan lahan itu adalah Hak Guna Usaha yang siap dia kembalikan ketika negara meminta.

“Tapi daripada dikelola oleh asing, ya mending beliau ambil. Walaupun sikap kebangsaan Prabowo menutupi dia untuk menyerang lawan lebih dalam,” ucap dia.***

Bagikan: