Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.4 ° C

BPN Anggap Serangan Jokowi dalam Debat Pilpres 2019 Melaggar Etika

Muhammad Irfan
JOKO Widodo dan Prabowo bersalaman seusai debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA
JOKO Widodo dan Prabowo bersalaman seusai debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR). - Dalam dua kali penyelenggaraan debat Pilpres 2019, calon presiden Joko Widodo diduga tampil menyerang rivalnya, Prabowo. Pada debat pertama, Jokowi mempertanyakan banyaknya caleg Gerindra yang merupakan eks koruptor. Pada debat kedua, Jokowi menyinggung kepemilikan lahan Prabowo di Aceh dan Kalimantan.

Menanggapi hal itu, Direktur Materi dan Debat Capres Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said menyebut bahwa yang dilakukan Jokowi dalam debat keluar dari etika seorang pemimpin.

Menurut dia, pertanyaan tersebut seolah mencitrakan Prabowo pemilik lahan itu, padahal Prabowo hanya mengelola lahan berstatus Hak Guna Usaha.

"Ini menyesatkan, lagi pula kenapa hal yang tidak ada hubungannya dengan debat ditanyakan oleh Pak Jokowi," kata Sudirman Said saat menjadi pembicara dalam Pojok Juru Bicara yang digelar di Media Centre Prabowo-Sandiaga Uno di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin 18 Februari 2019.

Dia mengingatkan aturan KPU yang melarang pertanyaan yang menyinggung ranah pribadi dalam debat. Oleh karena itu, dia menyarankan Jokowi tak melakukan pelanggaran serupa di debat selanjutnya.

"Ini seolah ketaatan pada aturan dan ini very basic karena sudah diatur oleh KPU. Kalau pemimpin sudah tidak taat aturan, kita bagaimana?" ucap dia.

Sudirman juga mencermati kesalahan data yang disampaikan petahana pada debat kedua. Dia mencontohkan, konflik agraria yang diklaim tak ada tapi angkanya justru cukup tinggi.

Dia menyebut, saat ini msayarakat dapat dengan mudah memantau rekam jejak setiap pejabat publik atas kinerja maupun pernyataan yang disampaikan.

"Jika beberapa tahun lalu seseorang dapat dengan mudah memperdaya pihak lain dengan data yang tidak benar, pada era digital saat ini sudah tidak bisa lagi. Saya bisa sampaikan bahwa kredibilitas dari apa yang disampaikan petahana makin hari makin menurun dan ini bukan tren yang bisa dibendung karena tren ini dari masyarakat," ucap dia.

Di sisi lain, Sudirman Said menyimpan optimisme untuk Prabowo yang pada debat kedua mampu menyita perhatian publik.

"Semalam kami menyenangkan hati masyarakat. Mengapa? Karena ada kecenderungan mempertanyakan segala yang datang dari petahana," ucap dia.***

Bagikan: