Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Terdengar Dua Ledakan di Sekitar Lokasi Debat Pilpres 2019 Putaran Kedua

Gita Pratiwi
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Dua kali terdengar ledakan yang terdengar hingga Hotel Sultan sekitar pukul 20.20 WIB, Minggu 17 Februari 2019. Hotel itu  menjadi tempat Debat Pilpres 2019 putaran kedua.

Laporan Antara, tim Anjing Pelacak (K-9) Polda Metro Jaya dikerahkan di sekitar lokasi yang diduga sumber ledakan kawasan Parkir Timur Gelora Bung Karno.

Lokasi sumber ledakan tersebut tepatnya di depan Stadion Akuatik Gelora Bung Karno yang berdekatan dengan tempat Debat Calon Presiden Putaran Kedua di kawasan Hotel Sultan.

Tim Anjing Pelacak tersebut menyusuri jejak sumber ledakan di sekitar Stadion Akuatik Gelora Bung Karno.

Petugas Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap membarikade lokasi yang diduga menjadi lokasi ledakan.

Jalannya Debat Pilpres 2019 putaran kedua kondusif

Sementara itu dilaporkan dari lokasi debat, prosesi acara masih berjalan lancar. Dalam tema infrastruktur calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengungkapkan telah membangun banyak jalan, pelabuhan dan Bandara.

"Saya kira dalam empat tahun ini telah kita bangun banyak sekali jalan tol, pelabuhan baru maupun pengembangan, Bandara baru maupun pengembangan," kata Jokowi. Ia menjelaskan bahwa agar konektivitas antar pulau dan kota tersambung dengan baik.

"Dengan begitu mobiltas orang dan barang semakin cepat. Daya saing kita tanpa menbangun ini lupakan," kata Jokowi.

Ia juga akan konsisten untuk membangun infrastruktur demi konektivitas ini. inilah pentingnya pembangunan infrastruktur selain sumber daya manusia.

Jawaban Jokowi itu merupakan tanggapan atas pertanyaan pertama mengenai dalam Global Competitiveness Reports bahwa aspek infrastruktur indonesia menempati urutan ke-71 diindikasikan salah satunya oleh rendahnya kualitas jalan.

Jawaban Calon presiden nomor urut 01 itu ditanggapi oleh Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bahwa pembangunan infrastruktur oleh tim Jokowi tidak efisien.

"Banyak infrastruktur dibangun dengan grasa-grusu tanpa kelayakan yang benar, sehingga banyak infrastruktur yang tidak efisien," ujar Prabowo.

Tapi Calon presiden nomor urut 01 menyanggah hal itu bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukannya sudah melalui studi kelayakan.

"kalau tadi bapak sampaikan studi kelayakan tidak ada, itu tidak benar karena ini telah direncanakan sejak lama," tutur Jokowi.

Sementara  Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyoroti banyaknya utang akibat pembangunan infrastuktur di era pemerintahan Joko Widodo yang menyebabkan inefisiensi.

"Saya melihat bahwa masalah 'cost of money', banyak utang komersial untuk membangun infrastruktur yang menyebabkan inefisiensi," katanya. Prabowo menambahkan banyak masyarakat yang dinilai dirampas tanahnya karena pembangunan tersebut.

"Masyarakat tanahnya diambil, memindahkan kehidupan mereka," katanya.

Karena itu, Prabowo menawarkan untuk pembangunan infrastruktur sedianya dilakukan dengan pendekatan kerakyatan. "Ini sangat penting dengan bicara, kita harus berorientasi untuk meningkatkan nilai tambah dari segi ekonomi agar bisa membayar utang-utang itu yang membuat pertumbuhan ekonomi melambat," katanya.***

Bagikan: