Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Jangan Asal Bicara, Debat Capres Edisi Kedua Harus Gunakan Data

Tia Dwitiani Komalasari
CAPRES nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019 lalu. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.* ANTARA
CAPRES nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019 lalu. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.* ANTARA

JAKARTA, (PR).- Debat calon presiden tahap kedua diharapkan lebih konkret dalam memberikan data. Acara debat dipastikan tidak memberikan manfaat yang produktif jika hanya sekadar adu jargon.

Seperti diketahui, debat capres tahap kedua akan mengambil tema energi, pangan, infrastruktur, dan lingkungan. ‎ Ekonom CORE, Akhmad Akbar Susamto mengatakan‎, debrat capres sebelumnya sangat minim data. Data yang minim juga kerap terjadi saat kedua pihak berdebat di media.

"Calon pertama mengatakan infrastruktur itu penting, tapi pendukungnya sering over claim. Sementara calon kedua kerap mengatakan infrastruktur gagal, tapi datanya mana? Mereka hanya memberikan potongan-potongan kecil‎ yang kadang ditarik ke hal-hal yang tidak berkaitan," ujar Akbar saat diskusi media di Jakarta, Jumat 15 Februari 2019.

Dia mengatakan, ‎seharusnya setiap kubu melakukan pendataan mengenai semua infrastruktur yang baru saja dibangun. "Pihak pertama bisa membuat daftar, infrastruktur mana saja yang berhasil dibangun, dan kenapa ada yang tidak.‎ Sebaliknya penanatang juga harusnya masukkan data seperti itu. Jangan berputar-putar mengatakan tidak perlu infrastruktur padahal faktanya dalam daftar visi mereka sendiri ada, jadi enggak konsisten,"kata dia.

Sementara itu,Pakar Media Sosial, Ismail Fahmi mengatakan, isu infrastruktur merupakan yang paling banyak dibicarakan di sosial media. Sementara di urutan kedua adalah isu pangan.

Berdasarkan pola di sosial media Twitter, isu infrastruktur merupakan isu paling banyak yang dibahas terkait pasangan nomor satu. "Namun ini bukan berarti positif, melainkan lebih banyak negatif karena ‎dilontarkan oleh kubu nomor dua yang banyak menyerang lawannya,"ujar dia.

Sementara untuk pasangan nomor dua lebih banyak dikaitkan dengan isu pangan. "Seperti diketahui, Sandiaga Uno lebih banyak melakukan kunjungan dan membahas harga pangan yang mahal,"ujar dia. Ismail mengatakan, isu energi merupakan yang paling sedikit dibahas. Hal ini bisa disebabkan karena pasangan nomor dua relatif jarang mengangkat isu ini.***

Bagikan: