Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Menjelang Debat Kedua Pilpres 2019, TKN Klaim Jokowi Kuasai Jawa Barat

Yusuf Wijanarko
PILPRES 2019.*/DOK. PR
PILPRES 2019.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Menjelang debat kedua Pilpres 2019 pada Minggu 17 Februari, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto mengatakan, TKN mendapat tambahan semangat dengan menguasai suara di Jawa Barat yang pada Pilpres 2014 merupakan "kandang" capres Prabowo Subianto.

"Berkat kerja keras seluruh TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin serta semua relawan, saat ini Jawa Barat menjadi rumah kedua setelah Jawa Tengah," kata Hasto Kristiyanto seperti dilaporkan Antara, Jumat 15 Februari 2019.

Menurut Hasto Kristiyanto, hal itu terjadi karena koalisi Prabowo tidak solid. Maka, kolaborasi parpol Koalisi Indonesia Kerja dan relawan berhasil mengubah peta Jawa Barat yang saat ini menjadi Rumah Jokowi- Ma’ruf Amin.

Pernyataan Hasto Kristiyanto terkait pergeseran peta politik di Jawa Barat diperkuat hasil survei Indopolling serta dari beberapa lembaga survei kredibel lainnya.

Hasto Kristiyanto mengatakan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin saat ini telah menyentuh angka 41,7 persen sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno turun menjadi 37,9 persen.

Hasil survei internal koalisi pendukung Jokowi bahkan menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Barat telah mencapai angka 52,4 persen.

Dipengaruhi dukungan tokoh Jawa Barat

Dukungan para tokoh Jawa Barat seperti Agum Gumelar, Ridwan Kamil, TB Hasanuddin, Deddy Mizwar, Deddy Mulyadi, dan tokoh-tokoh sentral seperti Solichin GP telah mengubah drastis peta politik Jawa Barat.

Terlebih, Ma'ruf Amin juga berkontribusi besar terhadap menguatnya dukungan umat Islam.

"Posisi Pak Jokowi sebagai petahana yang berprestasi juga menjadi faktor berubahnya peta politik tersebut," ujar Hasto Kristiyanto.

Dia menilai, strategi Prabowo-Sandiaga Uno yang berkonsentrasi berebut suara Jawa Tengah adalah kesalahan fatal karena menarik simpati warga di Jawa Tengah adalah usaha yang sia-sia.

"Jawa Tengah tetap solid nendukung Jokowi. Prabowo-Sandiaga Uno lupa bahwa syarat menyerang basis pertahanan lawan itu memerlukan soliditas di internal," ujar Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto Kristiyanto, upaya Prabowo-Sandiaga Uno masuk ke Jawa Tengah adalah sebuah kegagalan.

“Di antaranya adalah upaya membuat kantor pemenangan di samping kantor pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ini langkah blunder karena telah melukai perasaan masyarakat Jawa Tengah yang lebih mengedepankan nilai-nilai hidup rukun serta gotong royong,” ujarnya.

"Jawa Tengah tidak membuahkan hasil sedangkan Jawa Barat kebobolan. Atas perubahan peta politik di Jawa Barat, maka seluruh parpol KIK, relawan, dan tokoh kini mendapatkan amunisi baru untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di atas 63 persen," kata dia.***

Bagikan: