Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28.8 ° C

Debat Pilpres 2019Jilid II, Energi Berkeadilan vs Dorongan Besar

Tim Pikiran Rakyat
Pilpres 2019.*/DOK. PR
Pilpres 2019.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Menjelang debat kedua Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mengusung tema membangun energi yang berkeadilan. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, selama 4 tahun terakhir, Jokowi berfokus pada penyediaan energi secara merata dengan harga yang terjangkau.

“Inilah visi energi berkeadilan yang sudah diletakkan Pak Jokowi selama ini,” katanya, Kamis 15 Februari 2019.

Menurut dia, Jokowi juga melakukan langkah terobosan untuk mendorong investasi dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor energi. Reformasi perizinan digulirkan  dengan memangkas 186 regulasi yang menghambat.

“Sehingga, pada 2018, sektor energi menyumbangkan Rp 217,5 triliun atau 53,4% dari total PNPB (Penerimaan negara bukan pajak). Capaian itu 181% di atas target APBN 2018,” katanya.

Selain itu, Jokowi juga selalu menekankan prioritas pembangunan infrastruktur energi untuk rakyat seperti pembangunan jaringan gas perkotaan, konverter kit LPG untuk nelayan, lampu tenaga surya hemat energi, serta sumur bor di daerah sulit air.

Menurut dia, subsidi energi 4 tahun terakhir semakin tepat sasaran dan dialihkan untuk belanja produktif.

Subsidi BBM dan listrik yang pada 2012-2014 mencapai Rp 958 triliun turun menjadi Rp 477 triliun pada 2015-2018.

Subsidi BBM tahun 2014 sebesar Rp 240 triliun menjadi Rp 47 triliun pada 2018.

Ilustrasi.*/DOK PR

Ia mengatakan, Jokowi menunjukkan komitmen konkret pada visi energi berkeadilan dengan menyediakan energi ke seluruh pelosok Indonesia. Hingga 2018, ada 131 titik BBM Satu Harga, penyedian 25.000 konverter kit BBM ke LPG, dan rasio elektrifikasi hingga semester I 2018 sebesar 98,3%.

“Sehingga, rakyat di pelosok negeri bisa mendapatkan penerangan listrik untuk anak-anak mereka belajar dan menggerakan ekonomi keluarga,” tuturnya.

Menurut dia, dalam visi energi baru terbarukan, Jokowi juga memperlihatkan keberpihakan yang jelas. Beberapa waktu lalu, katanya, Jokowi meresmikan PLTB di Sidrap dengan kekuatan 75 MW. Jokowi juga mengeluarkan kebijakan mandatori pemanfaatan bahan bakar nabati B20 sehingga mengurangi penggunaan sumber energi fosil.

Ace Hasan Syadzily mengatakan, dengan arah kebijakan yang jelas dan bukti capaian yang tidak terbantahkan di bidang energi, diperkirakan Prabowo akan bermain retorika tentang kedaulatan energi.

“Dan juga menggunakan jargon bocor-bocor. Ini juga sangat mudah dibantahkan dengan penguasaan kembali Blok Rokan dan Blok Mahakam serta divestasi saham PT Freeport,” tuturnya.

BPN siapkan strategi dorongan besar untuk atasi krisis energi

Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menyiapkan strategi dorongan besar untuk mengatasi krisis energiyang merupakan visi untuk menghadrikan energi bersih dan terbarukan.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandiaga Uno, Sudirman Said menyebut, strategi itu merupakan komitmen kubunya untuk memenuhi amanat Undang-Undang Energi yakni melaksanakan pembangunan industri energi bersih dan terbarukan dengan menggenjot investasi di bidang energi terbarukan.

“Kita punya 80 juta hektare lebih lahan telantar. Kita targetkan, dalam 5 tahun, kita akan muliakan 10 juta hektare di antaranya dalam bentuk tanaman pangan dan energi. Itu komitmen Prabowo- Sandiaga Uno, disebut strategi dorongan besar," kata Sudirman Said, Jumat 15 Februari 2019.

Pilpres 2019.*/DOK. PR

Menteri ESDM era Jokowi itu mengatakan, Prabowo-Sandiaga Uno juga akan mendorong investasi besar-besaran untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan mengoptimalkan konversi CPO menjadi biodiesel.

Prabowo-Sandiaga Uno akan mendorong kabupaten-kabupaten dan provinsi-provinsi untuk membuka solar farm yang saat ini belum dimungkinkan karena PLN tidak mau membeli dengan harga yang memadai.

“Selanjutnya, kita tahu ada pasokan lebih dari CPO. Kita akan dorong CPO sebanyak mungkin dikonversi menjadi biodiesel, ini sekaligus menjadi solusi ketergantungan pada fosil dan impor BBM," kata Sudirman Said.

Dia memastikan, visi dan misi Prabowo-Sandiaga Uno untuk mewujudkan kedaulatan energi di Indonesia akan disampaikan dalam debat Pilpres 2019. Dia mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan untuk mendukung visi tersebut.

"Mari bersihkan Indonesia. Kalau energinya bersih, pemerintahnya pasti bersih. Karena biasanya keduanya saling terkait," ucap Sudirman Said. (Muhammad Ashari, Muhammad Irfan)***

Bagikan: