Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Hujan singkat, 30.4 ° C

Positif Zoonosis, Seekor Sapi Ras Bali Dimusnahkan

Tim Pikiran Rakyat
PARA pekerja Balai Karantina Pertanian (BKP) bersiap menyembelih sapi untuk dimusnahkan karena tertular penyakit Zoonosis Brucellosis di Cilegon, Banten, Senin 11 Februari 2019 malam. */ANTARA FOTO
PARA pekerja Balai Karantina Pertanian (BKP) bersiap menyembelih sapi untuk dimusnahkan karena tertular penyakit Zoonosis Brucellosis di Cilegon, Banten, Senin 11 Februari 2019 malam. */ANTARA FOTO

CILEGON, (KB).- Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon memusnahkan satu ekor sapi ras bali asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 11 Februari 2019 malam. Pemusnahan dilakukan lantaran sapi yang hendak dikirim ke Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, positif berpenyakit Zoonosis Brucellosis SP.

Pantauan wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha, pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar pada suhu tinggi pada alat bakar incenerator. Namun sebelumnya, sapi berusia 2 tahun tersebut disembelih secara khusus atau dilakukan pemotongan hewan bersyarat.

Kepala Balai Karantina Kelas II Cilegon Raden Nurcahyo Nugroho mengatakan, ini bermula ketika pihaknya memeriksa 64 ekor sapi pada 31 Januari 2019. Sapi dari Bekasi ini rencananya hendak dikirim ke Ogan Ilir.

“Dari 64 sapi yang kami periksa, 2 diantaranya positif RBT (Rose Bengal Test). Sampel darah dua sapi itu kemudian kami kirim ke laboratorium Bvet (Balai Veteriner) Subang dan Balitvet (Balai Besar Penelitian Veteriner) Bogor untuk uji CFT (Complement Fixation Test). Hasilnya, satu ekor terdeteksi positif berpenyakit Brucellosis,” katanya kepada media disela-sela kegiatan pemusnahan.

Raden menuturkan, Brucellosis merupakan penyakit bakterial yang menginfeksi sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Di Indonesia, Brucellosis paling umum ditemukan pada ternak sapi dan sering dikenal sebagai penyakit keluron menular. ” Penyakit ini dapat ditularkan ke manusia atau bersifat zoonosis. Brucellosis jika terkena pada manusia akan menyebabkan demam yang undulans atau naik-turun. Bahkan mampu menyebabkan keguguran pada wanita hamil,” ujarnya.

PARA pekerja Balai Karantina Pertanian (BKP) bersiap menyembelih sapi untuk dimusnahkan karena tertular penyakit Zoonosis Brucellosis di Cilegon, Banten, Senin 11 Februari 2019 malam. */ANTARA FOTO

Kupang sendiri, lanjut Raden, merupakan wilayah endemik Brucellosis. Pihaknya akan memberitahukan tentang temuan ini kepada Balai Karantina wilayah Kupang. “Tentu kami akan beritahukan tentang temuan ini. Namun begitu, meskipun sapi berasal dari Kupang, bukan berarti sapi ini divonis mengidap Brucellosis dari sana. Bisa jadi sapi tersebut tertular di perjalanan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Peternakan pada BKP Kelas II Cilegon Rifky Danial mengatakan, pihaknya pun menyerahkan sampel sapi tersebut kepada Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) Jakarta. Ini sebagai bukti temuan adanya sapi berpenyakit Brucellosis, pada pengiriman sapi dari Jawa menuju Sumatera. “Kami pun mengirim sampel ke BBUSKP. Petugasnya pun hadir pada acara pemusnahan ini,” ungkapnya.

Menurut Rifky, Brucellosis masuk ke dalam kategori Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) golongan 2. Artinya, penyakit ini masih dapat diatasi oleh BKP di Indonesia. “Mengapa masuk golongan dua, karena penyakit ini memang sudah banyak terdeteksi di Indonesia. Bentuk pencegahan dan obat-obatannya pun sudah ada, sehingga masih bisa diatasi,” katanya.***

Bagikan: