Pikiran Rakyat
USD Jual 14.083,00 Beli 13.783,00 | Umumnya cerah, 17.6 ° C

KPU Tidak Akan Mengganti Panelis yang Mundur di Debat Pilpres 2019 Kedua

Muhammad Irfan
PASANGAN capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.*/ANTARA
PASANGAN capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemiihan Umum Republik Indonesia memastikan kalau soal untuk debat kedua akan mulai difinalisasi pada Jumat pekan depan. Saat ini soal-soal tersebut sudah rampung sekitar 60 persen. Ketua KPU Arief Budiman menyebut pihaknya juga mengajak berbagai pihak penyusunan daftar pertanyaan ini.

Untuk diketahui, debat kedua pilpres akan digelar Minggu 17 Februari 2019. Debat akan dimoderatori oleh dua penyiar berita yaitu Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro

Dalam penandatanganan pakta integritas untuk Debat Pilpres Putaran kedua di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Sabtu 9 Februari 2019, Arief menyebut para panelis akan bekerja menyusun soal-soal setidaknya hingga Jumat pekan depan. Panelis selanjutnya akan memberikan penjelasan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada para paslon.

"Jumat depan akan dilakukan finalisasi dan briefing dengan moderator. Karena sebelum itu pertanyaan masih dikunci oleh panelis dan baru di-brief oleh Jumat malam atau Sabtu pagi. Jadi moderator ketika menyampaikan pertanyaan ke paslon capres itu betul-betul dipahami substansinya," kata Arief.

Sebelumnya, KPU juga telah menetapkan delapan panelis untuk debatk kedua yakni Rektor ITS Prof. Joni Hermana, Rektor IPB Dr. Arif Satria, Direktur Eksekutif WALHI Nur Hidayati, dan Ahli pertambangan ITB, Prof. Irwandy Arif. Selain itu ada juga Pakar Energi UGM, Ahmad Agustiawan, Pakar Lingkungan Undip, Sudharto P Hadi, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria, Dewi Kartika, dan Pakar Hukum Lingkungan Hidup dari Universitas Airlangga Suparto Wijoyo. Namun nama Suparto kemudian diketahui mundur dari tim panel. 

Mengenai mundurnya salah satu panelis, KPU mengaku tak akan mengurangi mengurangi kualitas subtansi dan netralitas dari debat kandidat calon pemimpin negeri ini. Pihaknya juga menyebut tak akan mengganti panelis yang mundur karena ketidaktersediaan waktu dan sudah terpenuhinya keterwakilan dari para panelis yang ada saat ini.

“Jadi dari tema pangan, infrastruktur, energi, lingkungan hidup dan sumber daya alam itu sudah terwakili di tujuh panelis itu. Kalau kami cari pengganti kan saya juga harus memberitahu ya, itu memang otoritas sepenuhnya KPU tapi kan saya harus memberitahu kepada 01, 02 biar mereka juga tahu dan mereka bisa memberi pendapat walaupun keputusannya tetep pada kami,” ucap dia.

Adapun untuk menjaga kerahasiaan soal di debat kedua ini, KPU memastikan telah membuat pakta integritas yang ditandatangani oleh panelis dan moderator. Hal ini dilakukan untuk menjaga independensi, profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas.

Pertajam isu

Sementara itu, Pakar Lingkungan Undip Sudharto menjabarkan, dalam pembuatan soal debat kedua tiap panelis akan mengelaborasi soal sesuai dengan keahlian masing-masing. Para panelis juga sedang menyiapkan video yang akan dipertanyakan ke masing-masing capres di segmen empat debat kedua. 

"Kita pertajam sebagaimana Pak Ketua sampaikan di dalam debat kedua segmen empat adalah video, jadi kita menginventarisasi terkiait empat tema itu kita tayangkan dengan narasi pertanyaan," kata Sudharto.

Dia pun berharap pertanyaan yang akan ditanyakan di debat kedua mampu mewakili permasalahan yang terjadi pada isu energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan kehutanan, serta infrastruktur “Mampu mewakili kepedulian dari seluruh rakyat Indonesia tentang empat tema itu," kata Sudharto.***

Bagikan: