Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

Jokowi: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Media Arus Utama Masih Tinggi

Siska Nirmala
PRESIDEN Joko Widodo memberikan sambutan saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 9 Februari 2019. Perayaan HPN 2019 tersebut mengangkat tema 'Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital'.*/ANTARA
PRESIDEN Joko Widodo memberikan sambutan saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 9 Februari 2019. Perayaan HPN 2019 tersebut mengangkat tema 'Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital'.*/ANTARA

SURABAYA, (PR).- Media arus utama saat ini masih menjadi rujukan masyarakat. Gempuran media sosial tidak berpengaruh, dan kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama masih tinggi.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi di hadapan insan pers yang menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN), di Grand City Surabaya, Sabtu, 9 Februari 2019. 

Hadir pada acara tersebut para menteri, duta besar, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua PWI Atal Sembiring Depari, serta Penanggung Jawab HPN 2019 Margiono. Hadir pula para tokoh pers nasional, duta besar, dan undangan lainnya. Perayaan HPN 2019 tersebut mengangkat tema 'Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital'.

Presiden Jokowi mengutip hasil survei Edelman Trust Barometer Media. Menurut dia, 63% masyarakat lebih memercayai informasi yang disajikan media konvensional atau media arus utama daripada media sosial. 

Media arus utama ternyata tetap lebih dipercaya dibanding dengan media sosial. "Pada tahun 2018, kepercayaan terhadap media konvensional adalah 63%, berbanding 40% untuk media sosial," ujarnya.

Oleh karena itu, Jokowi meminta media untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan membuat berita yang berpegang teguh pada kebenaran.

Dalam era media sosial ini, Jokowi menyebut, siapapun dapat bekerja sebagai jurnalis. Tetapi, dia menyayangkan tidak sedikit yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar kegaduhan di ruang publik. 

Jokowi berharap media bisa meningkatkan perannya. Termasuk menyajikan informasi yang terverifikasi dan terpercaya pada publik. Media arus utama harus menjadi rumah penjernih dengan menyuguhkan informasi yang terverifikasi.

Jokowi mengajak seluruh insan media kembali ke marwah. Meneguhkan jati dirinya. Menyajikan informasi yang akurat kepada khalayak. Langkah itu menurut Jokowi, media arus utama bisa memerangi penyebaran kabar bohong dan ujaran kebencian yang saat ini marak. Media, kata Jokowi, harus mencerdaskan anak bangsa.

"Saya mengajak untuk terus meneguhkan jati dirinya sebagai sumber informasi yang akurat bagi masyarakat, meneguhkan jati dirinya mengedukasi masyarakat, meneguhkan jati dirinya untuk tetap melakukan kontrol sosial, untuk terus memberikan kritik kritik yang konstruktif," ujarnya.

Peran media, menurutnya sangat penting. Namun Jokowi mengingatkan kebebasan pers harus dilandasi tanggung jawab. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat.

"Pemerintah menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat, kebebasan yang beretika dan bertata krama dan kebebasan sebagaimana yang diatur dalam undang-undang pers," katanya.

Pada bagian lain pidato,  Presiden juga sempat berseloroh.  "Biasanya dalam acara seperti ini saya suka bagi-bagi hadiah sepeda. Tapi di hadapan saya ini orang-orang pintar semua. Kalau ditanya sepuluh jenis ikan, pasti bisa jawab. Jadi tidak ada quiz hari ini, Tadinya Pak Karni Ilyas juga akan saya tanya," katanya. 

PRESIDEN Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (tengah) dan Penanggung jawab HPN 2019 Margiono (kanan) menunjukan medali kemerdekaan pers saat puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 9 Februari 2019. Perayaan HPN 2019 tersebut mengangkat tema 'Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital'.*/ANTARA

Penghargaan

Pada ajang puncak HPN itu, Presiden Jokowi mendapat Penghargaan Kebebasan Pers. Lantaran, dinilai peduli terhadap pers Indonesia.

Medali itu merupakan penghargaan tertinggi dari masyarakat pers kepada perorangan atau lembaga yang dinilai berjasa besar bagi dunia pers.

"Kami mengucapkan selamat dan penganugerahan ini merupakan bagian dari apresiasi kepada Presiden yang sangat berperan di dunia pers selama ini," ujar Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo, saat menyerahkan medali tersebut kepada Presiden.

Presiden Jokowi yang menerima penghargaan mengaku bangga. Pemerintah selama ini menjamin kemerdekaan dan kebebasan pers, termasuk menerima segala kritik konstruktif sebagai bentuk kontrol sosial.

Sementara itu, sejumlah tokoh juga menerima penghargaan karena dinilai berkontribusi bagi perkembangan pers. penghargaan Kepedulian Pers kategori instansi pemerintah diberikan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Penghargaan Warta Bakti Utama diberikan kepada Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dan Anugerah Perintis Pers bagi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Sementara Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima Digital Award. Disamping itu, penghargaan juga diberikan kepada insan pers, termasuk Syafik Umar (Harian Pikiran Rakyat), Rusdi Efendi AR (Harian Banjarmasin Post), dan Alwi Hamu (Fajar Grup) yang menerima "Lifetime Achievement Award". (Erwin Kustiman, Duddy RS/KP)*

Bagikan: