Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

Survei di Media Sosial Membuktikan Jokowi-Ma’ruf Amin Sasaran Hoaks

Muhammad Ashari
Hoaks.*/DOK. PR
Hoaks.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).-Dalam penelitian yang dilakukan lembaga survei Politicawave, percakapan di media sosial terkait pasangan calon yang bersaing dalam Pilpres 2019 menunjukkan bahwa  jumlah isu hoaks semakin besar pada Pilpres 2019.

Pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla mendapat serangan hoaks 7 kali lebih besar daripada pasangan Prabowo-Hatta.

Selama proses Pilpres 2019, Founder Politicawave Yose Rizal mengatakan, lembaganya memantau 10 isu hoaks dengan jumlah percakapan terbesar yaitu isu Ratna Sarumpaet, utang pemerintah, kontainer surat suara, e-Toll dari hutang Tiongkok, e-KTP palsu dari Tiongkok, Jokowi dituduh PKI, konsultan asing, ijazah SMA Jokowi palsu, 10 juta TKA tiongkok, dan Ma’ruf Amin diganti Ahok.

“Terlihat bahwa 10 isu hoaks terbesar ditujukan untuk menyerang Jokowi. Dari Pilpres 2014 sampai 2019 terlihat bahwa Jokowi adalah korban hoaks politik,” katanya.

ILUSTRASI hoaks di aplikasi WhatsApp.*/Ist

Ia mengatakan, menjadi tugas bersama untuk memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia dengan mencegah hoaks. Rakyat tidak boleh tertipu oleh isu hoaks dalam mengambil keputusan memilih pemimpinnya.

“Isu hoaks juga sangat berbahaya dan dapat memecah belah persatuan bangsa. Isu hoaks dapat mengganggu fokus pemerintahan terpilih dalam melaksanakan tugasnya,” tuturnya.

Percakapan menyoal sentimen

Percakapan yang ada di media sosial juga dilakukan dengan mengukur sentimen terhadap percakapan mengenai suatu pasangan calon.

Pada sisi sentimen percakapan, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin diperbincangkan secara positif oleh warganet sebesar 80% dan percakapan negatif sebesar 20%.

Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga Uno meraih jumlah percakapan positif sebesar 74% dan percakapan negatif sebesar 26%.

Beberapa isu positif yang ramai diperbincangkan warganet terkait pasangan Jokowi-Ma’ruf AMin yaitu kebersamaan Jokowi dengan keluarga, deklarasi dukungan dari sejumlah pihak, pertemuan dengan ulama, pembangunan desa, dan pembangunan infrastruktur.

TERSANGKA penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet bergegas menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dari Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (31/1/2019). Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta memastikan berkas perkara Ratna Sarumpaet sudah lengkap atau P21 sehingga tim penyidik Polda Metro Jaya akan melimpahkan tahap dua barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.*/ANTARA

Sementara isu negatif terkait pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di antaranya menyangkut pemenjaraan Ahmad Dhani, kritik pernyataan Jokowi terkait propaganda Rusia, doa KH Maimun untuk Prabowo yang disampaikan disamping Jokowi, pernyataan Menkominfo “Yang gaji kamu siapa?”, dan pernyataan Wali Kota Semarang terkait yang melarang warga menggunakan jalan tol jika tidak mendukung Jokowi.

Terkait pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, beberapa isu positif yang dibicarakan di antaranya yaitu doa KH Maimun untuk Prabowo, kegiatan Jalan Sehat bersama Prabowo, kegiatan blusukan Sandiaga Uno, deklarasi dukungan dari sejumlah pihak, serta janji tidak mengimpor.

Sementara isu negatifnya yaitu pernyataan Prabowo yang mengkritik Kemenkeu, tudingan sandiwara korban banjir lumpur, pernyataan Rocky Gerung terkait kitab suci fiksi, leluhur Prabowo yang menangkap Pangeran Diponegoro, dan isu hoaks terkait utang dari pendukungnya.***

Bagikan: