Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Rentetan Teror Pembakaran Mobil di Jawa Tengah Terencana

Puga Hilal Baihaqie
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Aksi teror dengan cara membakar sejumlah kendaraan yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah merupakan tindakan kejahatan yang terencana.

Polisi masih berusaha untuk mengusuk kejahatan dengan cara melempar bahan bakar minyak hingga menyebabkan terbakarnya kendaraan yang sedang  di parkirkan. Dari 26 Desember 2018 hingga 4 Februari 2019 terdapat 12 peristiwa pembakaran dengan motif yang hampir serupa. Adapun jumlah kendaraan yang terbakar sebanyak 29 unit terdiri dari 19 mobil dan 10 sepeda motor. 

Selanjutnya polisi juga telah mengantongi data terkait kejadian pembakaran tersebut berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP). Para pelaku lebih dari satu orang namun mereka masuk kedalam satu komplotan yang sama.

"Dari motif-motif tersebut polisi memiliki kesimpulan sementara bahwa pelaku sengaja ingin membuat resah di masyarakat. Sebab dari berbagai rangkaian kejadian, tak ada motif ekonomi atau mencari keuntungan langsung setelah mobil itu di bakar," ujar Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Polri Syahar Dianto di Jakarta, Rabu 6 Februari 2019. 

Kasus tersebut saat ini ditangani oleh Polda Jawa Tengah dibantu Polresta Semarang Kota, Polres Semarang Kabupaten, dan Polres Kendal. Selanjutnya Detasemen Khusus 88 Antiteror juga dilibatkan karena peristiwa teror tersebut mulai meresahkan masyarakat dan dianggap bukan sebagai kriminal biasa.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya motif politik Syahar mengatakan hal itu bisa saja terjadi namun pihaknya harus lebih dalam lagi mengungkap kasus tersebut karena para pelaku yang telah dicurigai belum ditangkap. 

Pihak Humas Polri juga menyambut baik arahan dari Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono yang meminta Bhabinkantibas dan Babinsa untuk tidur di Balai Desa. Agar setiap laporan pembakaran kendaraan bisa segera tertangani. Selain itu pengawasan yang lebih ketat bisa mengurangi tingkat kejahatan.

Berdasarkan laporan dari para korban, kendaraan yang di bakar biasanya merupakan kendaraan yang terparkir di pinggir jalan raya pada malam hari. Untuk mobil yang di bakar nilainya rata-rata di bawah Rp. 130 juta. 

Hanya saja sesuai dengan harapa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kasus pembakaran kendaraan tersebut sebagai kasus kriminal murni dan tidak disangkut pautkan dengan persoalan apapun termasuk politik. ***

Bagikan: