Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Berawan, 22.5 ° C

Tekan Angka Golput, ASN Diminta Turut Aktif Sosialisasikan Pemilu

Eviyanti
Pemilu 2019/DOK. PR
Pemilu 2019/DOK. PR

PURBALINGGA,(PR).- Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk ikut mensosialisasikan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan di bulan April 2019. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya angka golput.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Agus Winarno mengatakan kurang maksimalnya angka partisipasi dalam Pemilu, bisa terjadi karena dua hal. Pertama karena belum semua pemilik hak pilih mendapat sosialisasi. Kedua karena sosialisasi sudah dilaksanakan namun belum mencakup semua informasi yang wajib diketahui masyarakat. Ini menandakan bahwa sosialisasi yang dilakukan kurang efektif dan efisien, sehingga para pemilik hak pilih tetap tidak memahami.

Agus menambahkan, menjelang Pemilu serentak ini, KPU hanya berfokus memberikan sosialisasi kepada komunitas-komunitas. Dengan harapan ketua komunitas, pengurus dan anggotanya bisa melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat. "Tapi, mengantisipasi belum meratanya informasi, saya berharap ASN bisa ikut mensukseskan Pemilu dengan ikut memaksimalkan sosialisasi,” tandas Agus.   

Selain itu, dalam Pemilu 2019 ini, kertas suara yang harus dicoblos oleh para pemilih berjumlah cukup banyak. Ada pemilihan presiden, pemilihan calon legislatif di DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD Pusat, serta DPD. 

"Jika pemilihan Kades yang lebih sederhana saja banyak kesalahan, maka perlu kerja keras mensosialisasikan ke masyarakat untuk meminimalisasi kesalahan fatal dalam pemilu yang lebih rumit ini," tutur Agus.

Dia menambahkan, persoalan menjadi samakin rumit karena dalam kertas suara yang ada fotonya itu hanya Presiden dan DPD.  Sedangkan kertas suara untuk Caleg, baik DPRD kabupaten, provinsi maupun pusat hanya tulisan dan gambar partainya. Menurut dia, hal tersebut  mennjadi tantangan yang tidak sepele, khususnya untuk para pemilih yang usianya sudah lanjut.***

Bagikan: