Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 22.3 ° C

Pemerintah Klaim Pendapatan Masyarakat Desa Terus Meningkat

Satrio Widianto
MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.* SATRIO WIDIANTO/PR
MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.* SATRIO WIDIANTO/PR

JAKARTA, (PR).- Dana desa dalam empat tahun terakhir telah memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Pendapatan perkapita masyarakat desa meningkat hingga hampir 50% di mana pada tahun 2014 sebesar Rp 572 ribu per orang per bulan kini menjadi Rp 802 ribu per orang per bulan. Per kapita itu dihitung dari usia lanjut sampai anak-anak yang baru lahir.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, jika peningkatan pendapatan tersebut bisa dipertahankan maka enam tahun ke depan pendapatan masyarakat desa bida meningkat menjadi Rp 2 juta per orang per bulan. Dia menilai hal tersebut merupakan potenai besar bagi perkembangan ekonomi Indonesia.

Menurut Mendes, pembangunan ini memberikan dampak positif dimana kemiskinan di desa rate penurunannya tidak kalah dengan rate penurunan di kota. "Tingkat kesenjangan (gini ratio) di desa lebih rendah dari pada di kota, dan angka pengangguran di desa juga lebih kecil jauh dari pada di kota," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 4 Februari 2019. Dia mengatakan hal itu pada Rapat Kerja Teknis Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada 31 Januari-2 Februari 2019. 

Dikatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ditargetkan mengentaskan 5.000 desa tertinggal sampai dengan akhir tahun 2019. Realisasinya, menurut sensus potensi desa yang diselenggarakan oleh BPS pada 2018 lalu, ada 6.500 desa yang telah dientaskan. 

"Selain itu, dari target untuk menciptakan 2.000 desa mandiri, saat ini sudah ada 2.650 sekian desa dengan status mandiri. Jadi beberapa target dalam RPJMN sebenarnya sudah terlampaui,” kata Eko.

Dari dana desa, desa mampu membangun infrastruktur dalam skala yang tidak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia sebelumnya dalam waktu empat tahun terakhir. “Desa mampu membangun antara lain hampir 200.000 km jalan desa, puluhan ribu PAUD, Posyandu, Pasar, Bumdes, dan embung. Desa juga mampu membangun hampir 1 juta unit sarana air bersih ke rumah-rumah di desa,” katanya.

Pulau terluar

Dirjen Pembangunan Daerah Tertentu, Aisyah Gamawati mengatakan, rapat tersebut dinilai penting untuk menyinkronkan serta menyinergikan program kerja dengan unit kerja lain di lingkungan Kemendesa PDTT maupun dengan Kementerian lain. Sesuai amanah penugasan pemerintah, wilayah kerja Ditjen PDTu itu mencakup wilayah perbatasan, pulau terluar, pulau kecil, daerah rawan pangan, rawan bencana, dan daerah pasca konflik.

"Fokus ini perlu kami pertajam lagi untuk melihat wilayah-wilayah mana di Indonesia yang perlu segera ditangani dan yang belum tersentuh. Jadi ini merupakan salah satu wujud implementasi dari Nawacita untuk melakukan pembangunan dari pinggiran,” ujar Aisyah.

Menurut Aisyah, meskipun Ditjen PDTu sudah dibentuk sejak 2015 silam, selama ini masih sering ada pertanyaan tentang fokus dan wilayah kerja PDTu dan kaitannya dengan daerah tertinggal. “Kami fokus pada daerah perbatasan, pulau terluar, pulau terpencil, dan daerah rawan pangan, rawan bencana, dan pasca konflik. Khususnya untuk dua hal pertama (perbatasan dan pulau kecil terluar) merupakan atribut lahiriah yang akan melekat sepanjang republik ini menjadi sebuah kesatuan NKRI.

"Hal ini menjadi penekanan mendasar bahwa unit kerja PDTu sangat bersifat locus based, terlepas apapun kondisi daerah, baik dari segi pembangunan maupun pengembangan sosio ekonominya. Ini sangat penting disampaikan karena selama ini kita masih dipandang belum memberikan afirmasi secara maksimal kepada wilayah-wilayah tersebut," tutur Aisyah.***

Bagikan: