Pikiran Rakyat
USD Jual 14.310,00 Beli 14.212,00 | Cerah berawan, 28 ° C

NU Harus Siap Hadapi Revolusi Global

Muhammad Irfan
LOGO Nahdlatul Ulama.* WWW.NU.OR.ID
LOGO Nahdlatul Ulama.* WWW.NU.OR.ID

JAKARTA, (PR).- Dunia yang terus berubah membuat Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia mau tak mau terus berbenah agar bisa menghadapi tantangan zaman yang semakin berbeda dari masa ke masa.  Hal ini dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj saat membuka Konsolidasi Jelang Satu Abad NU dan Peringatan Hari Lahir NU di Jakarta Convention Center Senayan, Kamis 31 Januari 2019.

Menurut pria yang akrab disapa Kiai Said ini, dunia telah menghadapi revolusi industri sejak revolusi industri pertama yang memperkenalkan mekanisasi tenaga uap. Revolusi ini berjalan selama 125 tahun atau 5 generasi sebelum digantikan revolusi industri kedua yang mengedepankan produksi massal selama 75 tahun atau tiga generasi.

"Kemudian masuk era revolusi industri ketiga dengan komputer dan otomatisasi selama 75 tahun atau tiga generasi, dan era sekarang revolusi industri keempat dengan siber fisikal sistem yang mendigitalisasi dengan cepat dan leluasa. NU, harus sudah siap menghadapi revolusi industri kelima dalam mengisi kekosongan spiritual, humanity center termasuk Hubbul Wathon Minal Iman. Kalau hanya keempat saja bisa kehilangan karakter akan jadi liar dan sekuler," ucap dia.

Hal itu penting dalam rangka memposisikam NU sebagai civil society yang memainkan peran kemanusiaan, keagaaman, pendidikan, dan keadilan menuju madinah mutamaddin madaniyah atau negara yang maju sejahtera secara ekonomi dan budaya. "NU harus percaya diri menghadapi revolusi global," ucap dia.***

Bagikan: