Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 31.8 ° C

Jabar Saber Hoaks Pastikan TKA Ber-KTP Palsu di Cilacap Disinformasi

Tim Pikiran Rakyat
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

TIM Jabar Saber Hoaks memastikan bahwa isu  tentang seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) di Cilacap yang mempunyai KTP Indonesia adalah informasi yang salah. Ramai dibicarakan di media sosial bahwa TKA itu menggunakan nama Karsono.

Informasi ini berawal dari akun Facebook Wahyu Dasuki yang mengunggah sebuah video berdurasi tiga puluh detik. Tayangan itu memperlihatkan TKA yang ditegur petugas keamanan karena tidak mengenakan helm di kawasan Pembangkit Linstrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap, Jawa Tengah.

Terhitung tanggal 29 Januari 2019, konten audio visual itu sudah dilihat oleh 198 ribu pengguna Facebook dan sudah dibagikan sebanyak 5.457 Kali. “Ini kejadian di PLN PLTU Cilacap Bunton Adipala, orang Tiongkok tidak bisa berbahasa Indonesia apalagi bahasa jawa Banyumasan, tapi punya KTP Cilacap atas nama Karsono, payah kie Camat dan Bupatine Kalau bener2 terjadi..”, tulis akun Wahyu Dasuki.

Akun Facebook dengan nama pengguna Muslimina News juga ikut menggunggah tayangan tersebut, dan sudah dilihat sebanyak 7,6 ribu pengguna. Menurut penelusuran Tim Jabar Saber Hoaks, kartu identitas yang diserahkan adalah kartu ID (bukan KTP) dan nama yang bersangkutan bukan Karsono. Kantor Imigrasi Cilacap pun sudah melakukan pemeriksaan.

“Post-post SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks sebenarnya dari video, yang diserahkan kartu ID tetapi dipelintir menjadi KTP. Selain itu memelintir konteks penyebutan nama “Karsono” yang tidak dipahami oleh yang bersangkutan, karena tidak bisa berbahasa Indonesia,” tulis akun Jabar Saber Hoaks di Instagram.

TKA tersebut ternyata memiliki nama asli Shan Lichang, bukan karsono. Tim Jabar Saber Hoaks menautkan referensi salinan surat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Cilacap.

Salinan dokumen itu sebelumnya sudah diunggah oleh salah satu anggota grup publik di Facebook, Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax (FAHH). Dalam dokumen itu juga terlampir sebuah cetakan Kartu Identitas Pekerja dengan nama Shan Lichang. Wajahnya serupa dengan yang ada di video.

Tim Jabar Saber Hoaks mengategorikan isu ini sebagai disinformasi, yaitu sebuah penyampaian informasi yang salah (dengan sengaja) untuk membingungkan orang lain. (Fajar Edrie)***

 

Bagikan: