Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 27.4 ° C

Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang Menggeliat

Wilujeng Kharisma
PEKERJA membuat kue keranjang di industri kue keranjang rumahan "Nyonya Seneng" Tukangan, DI Yogyakarta, Senin, 28 Januari 2019.*/ANTARA
PEKERJA membuat kue keranjang di industri kue keranjang rumahan "Nyonya Seneng" Tukangan, DI Yogyakarta, Senin, 28 Januari 2019.*/ANTARA

KETIKA tahun baru Imlek, hal yang paling sering kita temui adalah kue keranjang. Sebab kue keranjang adalah kue wajib yang harus ada ketika perayaan tahun baru Imlek.

Beberapa hari sebelum Imlek, para pembuat kue keranjang pun sudah mulai giat mempersiapkan pesanan kue yang bahkan mencapai berton-ton banyaknya. Sulistyowati adalah salah satu pembuat kue keranjang di Yogyakarta yang bertempat di daerah Tukangan.

Usahanya tersebut merupakan usaha turun temurun dari orangtuanya yang bernama Xiauw Boen Tyhauw. Terhitung hingga saat ini, usahanya telah berjalan selama kurang lebih 58 tahun.

Jika mendekati Imlek, perempuan berumur 72 tahun ini secara khusus membuat kue keranjang, sedangkan di hari biasanya Sulistyowati membuat kue mangkok dan bacang. Seminggu menjelang imlek, Sulistyowati sudah menjual sekitar 200-an kue dengan harga Rp 12 ribu per buahnya.

Tidak cukup beberapa jam untuk membuat kue keranjang karena pada dasarnya untuk membuat kue tersebut dibutuhkan waktu dua hari. Pertama, gula harus direbus selama enam jam terlebih dahulu. Kemudian cairan gula tersebut disaring terlebih dahulu lalu dicampur dengan tepung ketan yang telah digiling. Proses selanjutnya adalah mendiamkan adonan tersebut selama dua hari.

Lalu dilanjutkan dengan menimbang dan mencetak adonan dalam cetakan yang berbentuk seperti keranjang. Proses terakhirnya adalah memasak (tim) adonan yang telah dicetak sebelumnya.

"Membuat kue keranjang nggak bisa diburu-buru karena prosesnya sangat lama. Untuk merebus gulanya aja harus enam jam. kemudian adonan juga harus didiamkan dulu selama 2 hari. Jadi nggak bisa diburu-buru," ujarnya.

Setidaknya 150 kg gula dan tepung beras ketan dihabiskan tiap harinya untuk membuat kue keranjang. Bersama ketujuh orang pegawainya, Sulistyowati pada tahun-tahun sebelumnya telah membuat kue keranjang sebanyak 2 hingga 2,5 ton kue.

Pesanan kue keranjang pun selalu mengalami peningkatan sebanyak 100 persen ketika mendekati tahun baru Imlek. Bahkan kerap kali Sulistyowati tak bisa memenuhi pesanan kue tersebut karena waktu yang tidak memungkinkan.

Pemesan kue keranjang pun beragam. Biasanya Sulistyowati mendapatkan pesanan dari teman-temannya, kemudian kerabat, beberapa perusahaan, dan agen-agen lainnya. Untuk pemasarannya, dia telah memiliki beberapa agen di luar Yogya, seperti Magelang, Purworejo, dan Gombong yang siap menjual kue keranjangbuatannya.

Sulistyowati biasa membuat kue keranjang dua puluh lima hari sebelum perayaan tahun baru Imlek. Dan tiap harinya, dia dan pegawai bisa bekerja hingga pukul 22.00 WIB. Namun, ketika telah memasuki hari-hari genting menjelang tahun baru maka Sulistyowati harus membuat kue keranjang selama 24 jam penuh.***

Bagikan: